Masalah itu Pengalaman Berharga

0
198
Foto terjun bebas militer diambil dari pixabay.com

KLIKMU.CO

Oleh : Bobi Puji Purwanto, S.Pd*

Grant Cardone dalam bukunya Be Obsessed Or Be Average mengatakan yang intinya, “kita jangan sampai dikendalikan masalah yang muncul dari luar, tentu kita tidak akan bisa bergerak, maka kendalikan masalah itu. Dan, kita akan hancur dalam waktu dekat apabila masalah itu muncul dari dalam diri, kemudian kita tak sadar akan hal itu”.

Kita semua akui, bahwa hidup ini tak pernah lepas dari masalah. Hidup bersama keluarga, hidup di kantor, hidup dalam masyarakat, dan seterusnya, pasti ada masalah. Kita tentu tau, ada beberapa orang yang katanya tak pernah tertimpa masalah. Ada pula orang yang selalu mengatakan bahwa hidupnya penuh dengan masalah. Intinya serba masalah. Iya kan? Saya sering jumpai tipe-tipe demikian. Termasuk saya.

Memang, kedua tipe di atas pasti mempunyai strategi berbeda dalam menjalani hidupnya. Terutama dalam mencapai sebuah kesuksesan. Terkadang ia memaksa berekspresi tak ada masalah sama sekali, padahal sebenarnya ia memendam masalah itu. Begitupun sebaliknya, ia memaksa untuk berekspresi seolah-olah masalah saja hidupnya, padahal sebenarnya ia tak punya masalah. Semuanya tak bisa disalahkan. Begitulah proses menurut saya.

Kemudian, sumber masalah bisa dibagi menjadi dua, berikut ini; internal dan eksternal.

Pertama internal. Masalah yang muncul dari dalam diri personal. Misalkan; seseorang yang malas, enggan berbuat baik dari yang terkecil, enggan belajar, enggan melakukan perubahan positif. Ya, itu muncul dari dirinya sendiri. Dan itu akan jadi masalah dalam mencapai sebuah cita-cita atau kesuksesan. Apalagi jika ia tidak sadar akan hal itu.

Kedua, masalah eksternal. Masalah ini muncul dari luar. Saya ambil contoh lingkungan. Misalkan, pergaulan yang negatif. Nah, jika kita bergaul dengan orang yang “mohon maaf” cara berpikirnya destruktif, maka secara langsung maupun tidak, energi itu akan menular pada diri kita. Kita bisa jadi sama dengan mereka. Dan ini akan jadi masalah dalam proses mencapai sebuah kesuksesan.

Lalu, langkah sederhana apa yang harus dilakukan?

Sudah pasti, masalah akan datang. Jika sudah demikian, kita nikmati pembelajarannya. Dan ejahwantah dari menikmati pembelajarannya ialah sebagai berikut;

1. Belajar untuk sadar diri

Jika kita merasa sulit dalam proses mencapai kesuksesan, maka setidaknya sebagai langkah awal adalah sadar, ada masalah apa ini. Terutama dalam diri pribadi. Terkadang, kita jumpai, ada seseorang yang sudah berbuat ini dan itu, menerapkan rumus dasar sukses sampai pada level tinggi, tapi masih saja belum sukses. Sehingga, mereka saling salah-menyalahkan. Nah, padahal, ada masalah mendasar yang harus mereka ketahui. Dari mana? Dari dalam diri sendiri. Kesadaran terhadap masalah dalam diri sendiri itu penting.

2. Belajar mengendalikan dan menyelesaikan

Setelah kita sadar terhadap masalah, terutama dalam diri, selanjutnya langkah yang dilakukan adalah mengendalikannya dan segera ambil langkah penyelesaian (problem solving). Masalah itu sejatinya adalah bentuk pelajaran untuk menjadikan kita semakin optimal. Semakin banyak masalah yang datang, lalu kita sadar dan mengendalikan sekaligus menyelesaikan, insya Allah, pengalaman besar serta berharga akan kita dapatkan. Intinya; masalah harus kita petik sebanyak-banyaknya hikmah.

Jadi, jadikanlah masalah sebagai batu pijakan untuk mencapai level tertinggi. Jangan sampai kita jadikan masalah sebagai penghambat laju kesuksesan kita. Insya Allah, dengan manata niat karena Allah, kita akan dimudahkan untuk sukses. Aamiin. Mari kita semakin menggiatkan belajar. Allah bersama dengan prasangka hambanya.

Bobi Puji Utomo, S.Pd.

Semangat_Perubahan

*Bidang Pendidikan dan Kaderisasi PCPM Wonokromo

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here