Masjid Jangan Cuma Jadi Tempat Ibadah Mahdhah

0
260
Hamri Al Jauhari saat memberikan sambutan dalam acara Pelatihan Usaha Jasa Berbasis Online. (Habibie/KLIKMU.CO)

KLIKMU.CO – Majelis Tabligh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Surabaya melaksanakan Pelatihan Usaha Jasa Berbasis Online. Acara yang bekerja sama dengan Muhammadiyah Bisnis Center (MBC) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur ini berlangsung di The Millennium Building SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya, Ahad (29/11/2020).

Wakil Ketua Majelis Tabligh PDM Kota Surabaya Dr Mulyono Nadjamuddin MPdI mengatakan, pelatihan ini dilaksanakan agar takmir masjid Muhammadiyah dapat memberikan kontribusi lebih kepada jamaahnya. “Setelah pelatihan usaha jasa berbasis online ini, kami harapkan masjid Muhammadiyah se-Surabaya juga kuat dalam bidang ekonomi,” katanya.

“Jamaah semakin senang datang ke masjid. Selain untuk melaksanakan ibadah mahdhah, jamaah juga bisa melakukan transaksi pembayaran listrik, air PDAM, ataupun yang lainnya. Dengan demikian, masjid semakin mandiri dari segi ekonomi,” ujar dosen FAI UM Surabaya tersebut.

Sementara itu, Sekretaris Majelis Tabligh PDM Kota Surabaya Ustadz Dikky Shadqomullah MHES menambahkan, pelatihan ini diharapkan menjadi kekuatan di masjid. Menurut dia, kondisi masjid saat ini juga terpengaruh oleh dua kekuatan besar dari internal dan eksternal masjid itu sendiri.

“Maka, yang diperlukan oleh masjid adalah menyiapkan database jamaah. Dengan data tersebut masjid mengetahui kekuatan jamaahnya berapa,” katanya.

Menurut pria yang juga ketua PWPM  Jatim itu, database ini penting dimiliki. “Database yang sudah ada bisa dikombinasikan dengan pelayanan jamaah. Yang terpenting jamaah semakin senang dan gembira datang ke masjid,” paparnya.

Wakil Ketua PDM Kota Surabaya Ustadz Hamri Al Jauhari MPdI mengapresiasi atas usaha Majelis Tabligh PDM Surabaya dalam kegiatan pelatihan usaha jasa berbasis online ini. “Mari kita bersemangat untuk memakmurkan masjid sebagi ciri orang yang beriman,” katanya.

“Malu kita ini bilamana hanya berinfak sebesar 2 ribu rupiah yang kita masukkan ke kotak atau kaleng infak. Setidaknya ya 10 ribu rupiah atau lebih,” tuturnya.

“Mudah-mudahan upaya pemberdayaan masjid ini berhasil sehingga memiliki pemasukan dari sumber lain yang lebih besar dari kotak infak,” tandasnya. (Habibie/AS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here