Masyarakat Lamongan Jangan Mudah Diadu Domba, NU Muhammadiyah Seduluran Sak Lawase

0
1204
Sholikhul Huda, M.Fil.I kanan bersama Dr. Mahsun Jayadi, M.Ag Ketua PDM Kota Surabaya dalam satu acara

KLIKMU.CO – Menyimak berita dan informasi terkait peresmian Mushola Nahdaltul Umah yang diprakarsai oleh Ranting NU Desa Godog, Kecamatan Laren, Kabupaten Lamongan yang di larang atau dihalang-halangi oleh sekelompok orang yang mengatasnamakan Muhammadiyah mendapat tanggapan serius dari Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Jawa Timur, Sholikhul Huda, M.Fil.I.

Sekretaris Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Provinsi Jawa Timur itu menyesalkan kejadian yang mestinya tidak perlu terjadi. Dia mengajak saling memahami dan saling menghargai antar elemen masyarakat yang ada.

Sholikh yang juga Ketua Pusat Studi KH. Mas Mansur Universitas Muhammadiyah Surabaya (PusMAS) menguraikan relasi antar umat beragama berdasarkan hasil penelitiannya.

Riset yang dilakukan Sholikh berjudul Kampung Inklusif: Pola Toleransi Antar Umat Beragama di Lamongan” mengahasilkan temuan bahwa, Lamongan merupakan Kampung Inklusif, artinya kehidupan relasi antar umat beragam (Islam-Kristen-Hindu) atau antar Ormas ( NU-Muhammadiyah- LDII-Persis-Al Irsyad dan lainnya) sangat toleran, saling menghargai, menghormati, mereka hidup rukun damai dan berdampingan.

Menurutnya, salah satu pendorongya adalah kekuatan kearifan lokal sebagai daya ikat dalam membngun relasi sosial keagamaan dalam keseharianya.

Hasil temuan atau penelitian tersebut, kata Sholikh akan dipresentasikan di forum Internasional Annual Conference Islamic Studies ( AICIS) Ke-18 Kemenag RI di Kota Palu Indonesia 17-20 September 2018 mendatang.

Bagi Sholikh fenomena yang terjadi di Desa Godog, Laren, Lamongan adalah ada upaya pihak2 tertentu yang ingin membenturkan antar sesama umat islam (NU – Muhammadiyah).

“Saya nilai ada pihak-pihak tertentu yang menginginkan masyarakat disharmoni, terjadi konflik yang kemudian ingin menjadikan citra Lamongan menjadi jelek dimata dunia Nasional maupun Internasional,” tandas pria yang juga Wakil Ketua Pemuda Muhammadiyah Jawa Timur ini kepada KLIKMU.CO Jum’at (27/7).

Terlebih, lanjutnya akan memasuki masa politik yang sangat besar tarikan kepentingannya.

Karena itu, imbuh Solikh diperlukan semua eleman masyarakat keagamaan, tokoh politik, tokoh pemuda (Pemuda Muhammadiyah- GP Anshor, KNPI) di Lamongan harus waspada dan saling bergandeng tangan untuk menjaga Lamongan menjadi kampung damai dan toleran.

“NU dan Muhammadiyah adalah seduluran sak lawase, jangan mau diadu domba,” pungkasnya. (dul)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here