Matematika di Sekolah Luar Biasa

0
411
Guru Matematika mengajarkan bahan ajar matematika ke siswa tunarungu.

KLIKMU.CO – Matematika sering sekali menjadi momok bagi siswa, karena ketika menyelesaikan soal-soal matematika siswa harus berusaha keras dalam menalarnya. Apalagi untuk siswa tunarungu saat belajar matematika pasti lebih sulit menalarnya, kenapa, karena proses komunikasi siswa tunarungu hanya menggunakan indera penglihatan. Sehingga pemahaman yang dilakukan oleh mereka hanya dilakukan dengan melihat.

Salah satu sekolah luar biasa yang popular di Jombang adalah SMALB Muhamadiyah. Hal tersebut memang terbukti, sekolah luar biasa ini berperan aktif dalam mengikutsertakan anak didiknya di kegiatan luar sekolah yaitu Undangan Konjen US, pertunjukan pantomim di Car Free Day dengan tujuannya adalah untuk melatih keberanian siswa untuk berinteraksi dengan masyarakat. Kegiatan akademik juga pernah diikuti sekolah ini adalah Olimpiade Sains Siswa Nasional OS2N untuk siswa luar biasa. Salah satu bidang OS2N adalah matematika yang diikuti siswa tunarungu.

Kegiatan akademik tersebut bukan hal yang baru untuk siswa tunarungu. Ternyata hal tesebut juga menjadi dasar kelulusan siswa di sekolah luar biasa. “Disini, mereka (siswa) juga harus melewati Ujian Nasioan (UN) untuk bisa lulus dari sekolah” kata Fatmawati, S.Pd., Kepala SMALB Muhammadiyah Jombang. Sehingga pembelajaran akademik di sekolah luar biasa memang harus tetap diutamakan.

Seorang dosen dari Pendidikan Matematika dari Unipdu Jombang, melakukan kunjungan di sekolah sekolah tersebut dan melakukan observasi dan wawancara perihal bagaimana pembelajaran yang dilakukan. Didapatkan informasi bahwa guru menggunakan bahan ajar siswa umum sehingga materi yang diajarkan tidak sesuai dengan kurikulum. “memang siswa diajarkan matematika, tetapi buku yang digunakan adalah buku umum kelas”, Meylawati Mayasari, Guru Matematika SMALB Muhammadiyah Jombang. Berdasarkan penuturan tersebut, Tomy Syafrudin, selaku Dosen Pendidikan Matematika Unipdu Jombang merasa harus membantu meningkatkan pembelajaran matematika di sekolah tersebut. Dan kemudian dikembangkanlah buku ajar matematika untuk siswa tunarungu. Fokus dalam pengembangan bahan ajar matematika untuk siswa tunarungu adalah indera penglihatan. Karena komunikasi yang digunakan mereka (siswa tunarungu) adalah komunikasi visual.

Setelah dilakukan percobaan pembelajaran menggunakan bahan ajar tersebut, siswa menjadi tertarik dan lebih memahami materi. Dari pihak pengajarpun sangat terbantu untuk proses belajarnya. Sehingga siswa lebih bersemangat untuk belajar matematika. Harapan yang disampaikan oleh pengajar disana adalah semoga tersedianya bahan ajar untuk sekolah luar biasa dapat menjalar di seluruh mata pelajaran. (Galeh)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here