MCCC Surabaya Rumuskan Model Masjid New Normal

0
284
Foto diambil dari Okezone.news

KLIKMU.CO-Gencarnya Pemerintah dalam mengemakan pola hidup masyarakat yang baru atau lebih dikenal dengan sebutan New Normal, memunculkan banyak pro kontra, di satu sisi ingin menciptakan suasana yang kondusif ditengah tengah wabah covid 19 dengan pemberlakuan SOP yang lebih tegas namun di sisi yang lain juga menimbulkan was was tersendiri bagi masyarakat umum

Pimpinan Pusat Muhammmadiyah melalui pernyataan pers Nomor: 002/PER/I.0/I/2020 menyatakan dan mempertanyakan konsep New Normal setidak ada 5 poin antara lain:
Pertama. Dasar kebijakan New Normal dari aspek utama yakni kondisi penularan wabah Covid-19 di Indonesia. Kedua. Maksud dan Tujuan New Normal. Ketiga. Konsekuensi terhadap peraturan yang sudah berlaku khususnya psbb dan berbagai layanan public. Keempat. Jaminan daerah yang sudah dinyatakan aman atau zona hijau yang diberlakukan new normal. Kelima. Persiapan-persiapan yang sama agar masyarakat tidak menjadi korban termasuk menjaga kemungkinan luasnya penularan wabah Covid-19

Terkait konsep New Normal Muhammadiyah Covid-19 Command Centre (MCCC) Surabaya memgambil sikap dengan berusaha merumuskan model masjid New Normal dengan Standar Operasional Prosedure (SOP) yang ketat, dalam diskusi di group Whatsapp Lumbung Pangan MCCC Surabaya kamis siang ini ( 28/5) yang rangkumannya sebagai berikut:

Pertama. Mengambil air Wudlu dari rumah masing-masing dan wajib

Kedua. Wajib bermasker

Ketiga.Penyemprotan Disenfektan kepada Setiap jamaah yang masuk masjid & selesai shalat

Keempat. Jarak Shaff 1,5 – 2 Meter antara jamaah satu dengan yang lain

Kelima. Jamaah yang boleh shalat di masjid di New Normal ini adalah usia 50 tahun kebawah

Keenam. Imam Shalat wajib memakai Face Shield dan masker

Ketujuh. Surat yang dibaca imam adalah surat pendek

Kedelapan. Begitu salam langsung pulang

Kesembilan. Shalat sunnah dan dzikir di rumah

kesepuluh. Jika shalat Jum at, maka Khutbah dan shalat maksimal 10 menit

kesebelas. Habis sholat dilarang berkerumun langsung pulang.

Keduabelas. Disetiap masjid ada petugas thermogun dan disediakan handsanitizer

Ketigabelas. Ada absen Jamaah disetiap shalat.

Sementara itu Ketua MCCC Surabaya H.M.Arif An juga menyampaikan

“Surabaya saya kira dengan new NORMAL harus semuanya. Jangan hanya mendahulukan maal, pabrik atau kegiatan ekonomi saja, masjid juga diutamakan. SOP new normal Apakah sudah ada dan Surabaya apakah sudah bisa masuk dalam kategori new normal dalam kondisi yang terus menaik angka positif covid-19. Jadi berhati-hati dalam menerapkan new normal keselamatan masyarakat Nomor satu. Jangan hanya melihat ekonomi saja tapi kemudian masyarakat yang kena dampak. Kesannya new normal membiarkan masyarakat untuk memilih pilihan HIDUP ATAU MATI. Negara terlihat sudah tidak mampu memberikan kewajiban untuk masyarakat”,Ujarnya

Lebih lanjut mantan ketua Karang Taruna Kota Surabaya ini menekankan bahwa

“Surabaya dalam new normal harus berdasarkan angka rasio 1 % kebawah dan berdasarkan ahli epidemiologi dan tenaga ahli kesehatan. Kami juga mendesak agar Pemerintah pusat dalam menentukan new harus berdasarkan masukan dan usulan Kepala Daerah atau Walikota dan Gubernur, karena kebijakan diatas dalam masa pandemi ini kadang gak berbanding lurus. Kadang kebijakan antar Pemerintah berbeda beda yang bingung masyarakat, mengenai kapan masjid Muhammadiyah dibuka, kita tunggu maklumat terbaru dari Pimpinan Pusat ”, pungkasnya

Sementara itu Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah ketika tampil di acara Syawalan Virtual 1441 H kemarin( 28/5) juga menegaskan ketika ada pertanyaan kapan masjid dibuka

“Tunggu hasil maklumat terbaru dari Pimpinan Pusat, selama belum ada Maklumat terbaru, maka maklumat yang sudah diterbitkan wajib untuk ditaat, rencananya besok sore ( 29/5) kita bahas  “,pungkasnya tegas.( Den Peyi )

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here