MDMC Gelar Jambore Nasional secara Daring

0
53
Deputi Bidang Pencegahan BNPB Lilik Kurniawan. (Foto istimewa)

KLIKMU.CO – Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) melaksanakan Jambore Nasional Relawan Muhammadiyah secara daring, Kamis (28/10/2020). Tema yang diusung pada jambore tahun 2020 ini adalah Meneguhkan Gerakan Keagamaan Hadapi Pandemi dan Upaya Pengurangan Risiko Bencana.

Jambore virtual dihadiri oleh Ketua PP Muhammadiyah Agus Taufiqurrahman dan Dubes RI untuk Lebanon Hajriyanto Y. Tohari.
Sementara itu, peserta berasal dari semua unsur relawan Muhammadiyah di seluruh Indonesia.

Deputi Bidang Pencegahan BNPB Lilik Kurniawan, Ketua Badan Pengurus Lazismu Pusat Hilman Latief, dan Ketua MDMC Budi Setiawan juga turut hadir dalam jambore virtual yang dimoderatori Budi Santosa, Koordinator Divisi Pengurangan Risiko Bencana (PRB) MDMC.

Jambore diisi presentasi berbagai kegiatan MDMC dari seluruh wilayah. Misalnya, Jawa Timur, Jawa Tengah, Lampung, dan Bengkulu.

Ketua MDMC Budi Setiawan menuturkan, secara kelembagaan MDMC memang baru dibentuk 2007 dan diresmikan dalam Muktamar Muhammdiyah 2010. Namun, kiprah kerelawanan Muhammadiyah dalam bencana sudah setua usia Muhammadiyah itu sendiri.

“Semangat KH Ahmad Dahlan mengimplementasikan Alquran dalam kehidupan sehari-hari meliputi berbagai sisi kehidupan manusia, termasuk kebencanaan. Erupsi Gunung Kelud 1919 oleh Sudjak dan kawan-kawan merupakan wujud pemahaman Alquran,” paparnya.

“Hal itu diimmplementasikan secara nyata. Inilah Muhammadiyah yang melakukan respons pertama dalam rangka letusan Gunung Kelud seabad lampau,” ujar Budi sebagaimana dikutip dari Republika.id.

Terkait pandemi Covid-19, ia menekankan bahwa MDMC mendukung penuh jalan Muhammadiyah Covid-19 Command Center (MCCC) yang menjadi gugus tugas khusus bentukan PP Muhammadiyah dalam penanganan Covid-19.

Ketua PP Muhammadiyah Agus Taufiqurrahman menambahkan, kegiatan kemanusiaan yang terwadahi lewat MDMC menjadi bagian dari amal saleh yang terus berjalan.

PP Muhammadiyah mengapresiasi dan mendukung relawan Muhammadiyah karena kegiatan kemanusiaan menjadi bagian dari misi Muhammadiyah sejak awal berdiri.

“Saya meminta relawan menjaga spirit ikhlas dalam melayani jihad kemanusiaan. Spirit ikhlas inilah yang menjadikan amal saleh itu bertahan terus dan ada yang melanjutkan. Jangan sampai karena spirit ikhlas itu hilang, menjadi tidak bernilai di hadapan Allah,” tandas Agus.

Ketua Lazismu PP Muhammadiyah Hilman Latief menyampaikan bahwa dalam masa pandemi Covid-19, Lazismu sebagai pendukung utama pendanaan operasional MDMC dalam kegiatan-kegiatan kemanusiaan kebencanaan mengalami penurunan dalam jumlah penggalangan dana.

Sementara itu, Deputi Bidang Pencegahan BNPB Lilik Kurniawan memaparkan berbagai potensi bencana yang sedang dan akan melanda dalam kuartal keempat 2020, terutama bencana hidrometeorologi. Lilik menekankan pentingnya penguatan kapasitas masyarakat dalam menghadapi bencana karena bencana terjadi di level masyarakat.

Lilik juga menambahkan bahwa BNPB sekarang berinvestasi untuk melakukan penguatan kapasitas masyarakat. Sebab, berdasarkan sebuah penelitian oleh seorang ahli terhadap korban bencana gempa Kobe, Jepang, tahun 1995 yang menemukan fakta bahwa 97% masyarakat yang terdampak gempa saat itu selamat karena ditolong oleh saudara, tetangga, atau menyelamatkan diri sendiri karena petugas penyelamat mengalami kesulitan untuk menjangkau mereka. (AS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here