MDMC Raih Penghargaan dari Pemerintah berkat Intensitas, Konsistensi, dan Inovasi

0
194
Sertifikat penghargaan BNPB kepada MDMC. (Foto istimewa)

KLIKMU.CO – Lagi, Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) memperoleh penghargaan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) atas kiprahnya dalam menangani bencana di tanah air. Penghargaan kali ini berkaitan dengan intensitas, konsistensi, dan inovasi dalam penanggulangan bencana oleh MDMC.

Ketua MDMC PP Muhammadiyah Budi Setiawan menyampaikan rasa syukurnya atas raihan penghargaan tersebut. “Alhamdulillah, ini merupakan satu hal yang harus kami syukuri. MDMC yang sudah bekerja sekian lama, dengan penghargaan ini, berarti kerja MDMC diakui pemerintah dan satu bukti yang kami lakukan bermanfaat untuk masyarakat,” paparnya.

Budi lantas menyampaikan kepada para relawan MDMC agar penghargaan ini menjadi pemacu untuk meningkatkan kinerja. “Selalu memperbaiki kinerja agar yang kita lakukan betul-betul bermanfaat bagi masyarakat secara umum. Untuk pemerintah dalam hal ini BNPB kami ucapkan terima kasih atas penghargaan ini,” imbuhnya.

MDMC, lanjut Budi, selama ini menjadi lembaga yang memimpin dan mengoordinasi kerja-kerja Muhammadiyah dalam penanggulangan bencana di Indonesia, bahkan sampai mancanegara. Untuk dana, MDMC mendapat dukungan dari Lembaga Amal Zakat, Infaq, Shodaqoh Muhammadiyah (Lazismu) sebagai penopang dari internal Muhammadiyah. Di samping dana dari eksternal.

“Kedua lembaga ini dengan peran masing-masing menjadi penggerak seluruh unsur Muhammadiyah dari pimpinan, majelis lembaga terkait, organisasi otonom, dan warga Muhammadiyah dalam respons kebencanaan dalam satu gerak yang dinamakan One Muhammadiyah One Response (OMOR),” jelasnya.

Sementara itu, Indrayanto, koordinator Divisi Tanggap Darurat dan Rehabilitasi Rekonstruksi MDMC PP Muhammadiyah, menyampaikan update perkembangan respons Muhammadiyah. Sejak awal Januari 2021 sampai pertengahan Februari lalu, respons Muhammadiyah untuk penanggulangan bencana sebanyak 40 kali.

“Tersebar di 14 provinsi. Dengan jumlah terbanyak ada di Jawa Tengah 16 respons,” katanya.

Respons bencana sebanyak itu meliputi berbagai macam bencana yang mayoritas awal tahun ini adalah banjir dan tanah longsor. Selain itu, kata Indrayanto, masih bencana tanah bergerak, gempa, erupsi gunung berapi, kebakaran, dan angin kencang.

“Beberapa respons bencana masih dan sedang berjalan hingga saat ini di berbagai daerah. Kami masih menjalankan respons gempa Sulawesi Barat, banjir Kalimantan Selatan, Dompu Nusa Tenggara Barat, dan Pekalongan, serta tanah bergerak di Brebes dan Purbalingga,” tandas Indrayanto. (AS)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here