MDMC: Relawan Kami Ditabrak Motor, Dipukul, lalu Diseret ke Mobil Polisi

0
551
Salah seorang relawan MDMC Bekasi yang ditabrak motor oleh polisi. (Tim MDMC/KLIKMU.CO)

Muhammadiyah lewat MDMC menyesalkan relawan kesehatan yang dilakukan aparat dalam aksi demonstrasi 13 Oktober lalu. Padahal, mereka sedang bertugas memantau di sekitar Kantor PP Muhammadiyah, Jalan Menteng Raya 62, Jakarta Pusat.

Ketua Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Budi Setiawan menyatakan, relawan Muhammadiyah bergerak dalam koordinasi MDMC. Mereka digerakkan untuk mengantisipasi kebutuhan layanan kesehatan bagi pihak-pihak yang memerlukan perawatan. Baik demonstran, aparat, maupun warga yang terdampak.

”Selepas magrib, mereka ditugaskan untuk memantau situasi dan bersiap apabila ada korban yang jatuh dan harus dievakuasi,” jelasnya Selasa (13/10/2020).

Beberapa saat kemudian, lanjut Budi, datanglah rombongan Resmob Polda Metro Jaya dari arah Hotel Treva, Cikini, dan langsung menyerang relawan dan warga yang berada di halaman Apartemen Fresher Menteng.

Budi menjelaskan, empat relawan Muhammadiyah yang tergabung dalam MDMC ditabrak dahulu dengan motor oleh polisi, kemudian dipukul. Setelah terjatuh, relawan diseret ke mobil sambil dipukuli dengan tongkat dan ditendang.

”Padahal, mereka menggunakan seragam bertulisan ‘Relawan Muhammadiyah’,” tegasnya.

Beruntung, rekan-rekannya berhasil meminta kepada polisi agar tidak membawa empat relawan itu. Keempatnya lantas dirawat oleh tim kesehatan Muhammadiyah.

”Saat ini empat relawan yang berasal dari MDMC Bekasi tersebut ke RSIJ Cempaka Putih untuk ditangani lebih lanjut,” katanya.

Atas kejadian itu, MDMC mengeluarkan sikap tegas. Mereka menyesalkan terjadinya insiden dan meminta penjelasan dari Polda Metro Jaya.

”Kami juga meminta aparat kepolisian untuk tetap profesional dan melindungi relawan kemanusiaan yang bertugas di lapangan,” tegasnya.

Budi juga meminta relawan yang bertugas untuk tidak terprovokasi dan memercayakan penanganan kepada pimpinan. “Semua pihak juga tidak boleh memperkeruh keadaan, menghindari terjadinya kekerasan, dan jangan mengabaikan protokol kesehatan,” paparnya. (AS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here