Memaknai Ulang Hardiknas di Abad 21

0
213
Ilustrasi diambil dari metrorakyat.com

KLIKMU.CO

Oleh Bobi Puji Purwanto, S.Pd.*)

Pendidikan adalah sebuah aset penting bagi bangsa dan negara. Pendidikan harus menjadi terdepan dalam mengupayakan lahirnya prinsip perubahan positif. Berkualitas atau tidak sumber daya manusia sebuah negara, tentu dapat dilihat dari bagaimana ia memberlakukan pendidikan. Pendidikan adalah kunci, dan pendidikan itu harga mati. Kita tak bisa memungkiri itu.

Kita tahu Finlandia? Tentu kita akan mudah mencarinya. Klik di google atau cari dalam peta, maka kita akan temukan bentuk daerahnya. Apa yang menarik dari Finlandia? Ya, kualitas pendidikannya. Begini, kita bisa coba, ketik di google lagi, pendidikan terbaik dunia, maka disitu Finlandia pasti berada di posisi pertama. Banyak lembaga survey yang jawabannya itu. Finlandia maju dan bahagia, karena salah satu faktor pendidikan. Pendidikannya begitu merata. Mereka menganggap bahwa, pendidikan merupakan aset berharga bagi kemajuan suatu negara.

Sekarang, kita bandingkan dengan Indonesia. Apakah pendidikan kita sudah merata? Tentu, banyak sekali jawabannya. Dan pasti berbeda. Artinya; komitmen besar untuk pendidikan yang lebih baik adalah terpenting. Kita bisa banyak belajar dari negara-negara dengan kualitas pendidikan yang unggul, khususnya Finlandia. Belajar mulai dari strategi, suasana kelas, sistem universal, dan sejenisnya. Ini tantangan abad 21. Sumber daya manusia Indonesia harus bagus. Bukan saja bagus pada ranah kognitif saja. Melainkan, afektif dan psikomotorik juga harus balance. .

Sebagimana yang disampaikan Anies Baswedan, Ph.D. Gubernur DKI Jakarta pada saat pidoto di Ekspo Pendidikan 2017 TMII Jakarta tentang proyeksi pendidikan abad 21 ini. Apa saja yang harus dimiliki anak-anak kita sebagai generasi mendatang;

Pertama, karakter atau akhlak. Tanpa karakter sangatlah berat dan berbahaya. Dan karakter ini dibagi menjadi dua. Apa saja; karakter moral dan karakter kinerja. Karakter moral itu misalnya keimanan, ketaqwaan, kejujuran, dan rendah hati. Sedangkan karakter kinerja itu misalnya kerja keras, ulet, tangguh, tangkas, optimistis, dan tuntas. Jadi, kita menginginkan generasi yang memiliki kedua-duanya. Ia jujur dan kerja keras. Ia kerja keras dan jujur, dan seterusnya. Bukan sebaliknya. Jujur tapi pemalas. Tangkas di lapangan tapi tidak jujur. Ini penting diperhatikan.

Kedua, kompetensi. Setelah karakter, kita tak boleh lupakan kompetensi. Ini juga penting. Kompetensi dibagi lagi menjadi empat poin. Apa saja? Berpikir kritis, berpikir kreatif, komunikatif, dan kolaboratif. Artinya; genarasi harus kritis. Rasa ingin taunya tinggi. Dan tak gampang menerima sesuatu begitu saja. Kognitifnya selalu berfungsi. Kreatif, ia harus selalu membuat sesuatu hal yang baru. Kreasinya semakin growth. Komunikatif, ia memiliki semangat sosial. Kekuatan kemunikasinya begitu rapi dengan siapa saja. Dan kolaboratif. Ya, semangat tim untuk melahirkan karya berharga serta manfaat.

Ketiga, literasi. Literasi ini merupakan keterbukaan wawasan. Generasi harus responsif terhadap perubahan. Generasi harus memiliki minat dan daya membaca yang masif. Teknologi, keuangan, budaya, pun demikian. Artinya; ya, keterbukaan wawasan yang sangat luas serta berkemajuan. Luar biasa.

Bersyukur, hari ini 2 Mei 2018, kita semua memperingati “Hari Pendidikan Nasional”. Dengan mengusung tema terbaik, “Menguatkan Pendidikan, Memajukan Kebudayaan”. Fantastis. Tema yang diusung pemerintah ini diharapkan bisa menambah nilai optimisme bagi semua masyarakat untuk antusias membangun, mengembangkan, dan menjadikan pendidikan Indonesia ke arah lebih produktif serta kompetitif. Kita bawa pendidikan Indonesia terbang kemana-mana. Dengan kita mulai dari keluarga. Insya Allah, ruangan keluarga akan sangat menentukan. Lalu, lingkungan dan sekolah.

Sekali lagi, selamat hari pendidikan nasional 2018 abad 21. Tetap semangat para pendidik. Insyaallah, ilmu yang Anda ajarkan akan bermanfaat dan terhitung sebagai amal sholeh nan jariyah. Aamiin.

*) Penulis adalah Ketua Bidang Pendidikan dan Kaderisasi Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) Wonokromo Surabaya, Jatim.

Bobi Puji Purwanto, S.Pd.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here