Membanggakan! Anak TKI Ini Juara Pidato Bahasa Inggris Tingkat Kabupaten Ngawi

0
727
Asturi siswa kelas X SMA Muhammadiyah 1 Ngawi meraih juara 2 lomba pidato bahasa Inggris (Rukhan Asrori/Klikmu.co)

KLIKMU.CO – SMA Muhammadiyah 1 Ngawi patut berbangga pada salah satu peserta didiknya yang sudah mengukir prestasi di tingkat Kabupaten Ngawi. Kasturi, seorang peserta didik yang baru saja datang dari negeri seberang, Sabah – Malaysia telah menjuarai sebuah kompetisi daring atau virtual competition, yaitu lomba pidato Bahasa Inggris sebagai juara 2 atau Runner Up.

Lomba pidato yang diinisiasi oleh Badan Eksekutif Mahasiswa STIT Islamiyah Karya Pembangunan Paron Ngawi ini merupakan serangkaian kegiatan puncak acara Dies Natalis ke-37 STIT Islamiyah KP Paron Kabupaten Ngawi Jawa Timur.

Kebetulan, Kasturi yang saat ini merupakan peserta didik kelas X dari SMA Muhammadiyah 1 Ngawi ini mengikuti kompetisi virtual itu, tepatnya pada kategori lomba pidato Bahasa Inggris secara live Zoom dari tanggal 13 April 2021. “Pengumuman pemenang lomba itu langsung dihubungi melalui chat personal oleh pihak panitia lomba pada tanggal 29 April 2021 kemarin,” kata Kasturi saat dihubungi Klikmu.co via video call, Kamis (29/4/2021).

Saat dihubungi itu, Kasturi menjelaskan bahwa ini merupakan prestasi pertamanya sejak masuk ke SMA Muhammadiyah 1 Ngawi pada tahun ajaran tahun ini. Ia juga terus bertekad untuk membuat bangga orang tua dan sekolahnya.

“Sebenarnya saya sudah terbiasa mengikuti lomba atau kompetisi dari sejak menuntut ilmu di Negeri Sabah Malaysia, di CLC Sungai Balung. Tapi kalau di SMA Muhammadiyah 1 Ngawi baru kali ini ikut lomba dan menang,” kata Kasturi.

Ia juga menjelaskan tentang proses awal hingga akhir kompetisi itu. Awalnya, pihak sekolah melakukan pemilihan peserta didik yang akan diikutkan lomba mewakili sekolah SMA Muhammadiyah 1 Ngawi. Dan akhirnya terpilihlah Kasturi yang akan mewakili sekolah. “Saya langsung melakukan beberapa persiapan,” ujarnya.

Kasturi mengaku selalu berlatih setiap hari dan terkadang harus begadang malam untuk menghafalkan teks yang sudah dibuat sendiri oleh dirinya sendiri. Dengan niat dan ikhtiar yang luar biasa, dia menyusun isi teks pidato dengan mengambil beberapa sumber referensi dari internet. “Jadi, setelah saya menyusun teksnya, saya langsung menghafal,” ujarnya.

Meskipun sudah juara di tingkat kabupaten, ia mengaku tidak akan cepat puas diri. Bahkan sebaliknya, ia memastikan kemenangan ini akan menjadi awal momentum yang baik untuk selalu belajar dari segala kekurangan yang masih ada dalam dirinya dan bisa menjadi pemacu untuk menjadi lebih baik lagi di kompetisi berikutnya.

“Alhamdulillah orang tua saya yang saat ini bekerja sebagai buruh migran sangat bangga dan haru melihat saya sukses menjadi pemenang lomba saat ini,” pungkasnya. (Rukhan Asrori/AS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here