Menag Ingin Doa Semua Agama, Anwar Abbas: Persatuan dan Kesatuan Tidak Rusak oleh Perbedaan

0
86
Ketua PP Muhammadiyah Anwar Abbas. (Foto istimewa)

Menag Ingin Doa Semua Agama, Anwar Abbas: Persatuan dan Kesatuan Tidak Rusak oleh Perbedaan

KLIKMU.CO – Keinginan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas agar doa seluruh agama di Indonesia dibacakan dalam acara-acara Kementerian Agama menuai kritik. Salah satunya datang dari MUI.

Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas menilai aneh gagasan Menag. Menurut Anwar Abbas, semestinya doa-doa itu melihat pembicara dan mayoritas peserta yang hadir dalam suatu acara Kementerian Agama.

“Jadi, bingung sendiri yang dilakukan oleh menteri agama ini. Kalau di daerah yang mayoritas Islam seperti di Aceh, itu cukup dengan (doa) ajaran Islam. Tetapi, kalau di Bali ya (doa) Hindu, kalau di NTT ya (doa) agama Katolik, kalau di Sulawesi Utara (doa) ya Protestan,” kata Anwar Abbas dikutip dari Detik, Senin (5/4/2021).

Jadi, tegas Anwar Abbas, doa bisa menyesuaikan. Hal itu merujuk pada pembicara atau peserta yang hadir lebih banyak ke agama mana.

“Kalau saya orang Islam, ya ucapkanlah salam secara orang Islam,” tegas Anwar.Anwar menegaskan, negara demokrasi seperti Indonesia yang menjunjung tinggi toleransi baru punya makna itu kalau ia diletakkan di tengah-tengah perbedaan.

“(Jika) salam juga mau digabung, itu namanya homogenisasi dan itu tidak mencerminkan pluralitas,” lanjutnya.

Anwar juga mempertanyakan apa pentingnya membacakan doa agama tertentu jika tidak ada penganutnya yang hadir dalam acara Kemenag. “Menteri agama ini kurang ngerti tentang toleransi. Toleransi itu baru punya arti, baru punya makna, jika berada di tengah-tengah perbedaan dan kita menghargai perbedaan itu,” beber ketua PP Muhammadiyah itu.

Anwar menilai menteri agama terlalu terobsesi oleh persatuan dan kesatuan. Padahal, kata dia, persatuan dan kesatuan itu tidak rusak oleh perbedaan.

Wacana soal salam bagi semua agama itu disampaikan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas dalam rapat kerja nasional (rakernas) Kemenag 2021 yang berlangsung Senin (5/4/2021).

“Saya senang, rakernas dimulai dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an ini memberikan pencerahan sekaligus penyegaran untuk kita semua. Tapi akan lebih indah lagi jika doanya semua agama diberikan kesempatan untuk memulai doa,” kata Gus Yaqut.

“Jadi, jangan ini kesannya kita ini sedang rapat ormas Kementerian Agama, ormas Islam Kementerian Agama, tidak. Kita ini sedang melaksanakan rakernas Kementerian Agama yang di dalamnya bukan hanya urusan agama Islam,” tandasnya. (AS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here