Menangis dan Simbol Kejujuran

0
1051

Oleh : Moh. Helman Sueb
Orang Lamongan

KLIKMU.CO – Menangis adalah indah, sehat dan simbul kejujuran. Tidak kuat menahan susah menangis, tidak menahan sakit menangis, mendengar bentakan menangis. Berbagaimacam bentuk tangis, namun jika tangisan itu karena nafsu dunia apa lagi, apalagi tangisan gaya tipu-tipu atau air mata buaya, tentu tak akan ada manfaat bagi jiwa.

Tangisan bayi yang baru lahir, maka sontak tangisan yang dikeluarkan,sebagai perkenalan dunia baru, yang membuat tersenyum bahagia ibunya dan orang-orang yang mengitari. Tangisan harupun tiba-tiba meluncur dari orang tua yang putranya sukses menyabet juara, karena rasa bangga pada anaknya. Inilah tangisan-tangisan yang punya hikmah yang positif.

Baginda Rasul Saw. telah berpesan : “Ada mata yang diharamkan masuk neraka yaitu menangis yang semalaman perjuangan fi sabilillah dan menangis karena takut Allah Subhaanahu wa Ta’ala. Air yang keluar karena kekecewaan dan sedih, memang patut untuk dikeluarkan. Orang yang mudah mudah menangis bukanlah cengeng. Menangis karena dosa-dosa dan takut kepada Allah adalah tangisan yang positif dan menangis karena manusia hasilnya negatif.

Orang yang menginjakkan kakinya di kota Makkah dan Madinah akan berderai air mata. Tangisan keharuan,kecintaan memgingatkan perjuangan Rasulullah Saw. yang begitu hebat. Bagaimana tidak hebat ! Bangsa Arab sebelum Islam, mereka mereka sangat biadab mengubah mereka menjadi menjadi beradab.

Tangisan orang-orang ketika di Masjid Nabawi maupun di Masjidil Haram , juga tempat bersejarah si sekitarnya, menurut teman-teman yang pernah Hàji maupun umroh, sangat berbeda dengan kenjungan wisata yang lain. Umroh dan Haji adalah ibadah yang tentu diniatkan ibadah, sehingga tidak sia-sia datang dari tempat yang jauh.

Pada hakekatnya tangisan itu, sebagai motivasi diri untuk lebih dekat kepada Allah Subhaanahu wa Ta’ala, di mana saja berada dan kecintaan kepada Islam semakin mendalam, pesan Rasul Saw jadi amalan keaeharian.
Akhirnya tangisan itu, memiliki makna yang membawa diri semakin cita, sehingga pengorbanan dan ingat kepada-Nya, menjadi suatu hal yang biasa.

Semoga tangisan kita adalah tangisan yang membawa kita menjadi orang yang dekat kepada-Nya, serta menabur kebaikan sesama.

Madinah, 21 Desember 2018

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here