Menanti Pergantian Menteri Pekan Ini

0
289
Presiden Jokowi. (CNN Indonesia)

KLIKMU.CO – Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin mengembuskan kabar bahwa pekan ini akan ada pergantian menteri. Reshuffle itu imbas dari penggabungan Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek) serta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) yang dicanangkan Jokowi dan disetujui DPR.

”Menurut saya, itu (pergantian, Red) tak lama. Ketika ditanya kapan dan insya Allah pekan ini,” kata Ngabalin.

Ngabalin beralasan, Jokowi telah berembuk dengan Wakil Presiden Ma’ruf Amin beberapa waktu lalu perihal rencana reshuffle tersebut.

“Pasti ada reshuffle karena DPR telah menyetujui usulan yang telah disampaikan presiden lewat surat beliau tanggal 30 Maret kemarin tentang penggabungan Kemenristek ke dalam Kemendikbud dan pembentukan Kementerian Investasi,” terang Ngabalin dikutip dari Bisnis.com, Selasa (13/4/2021).

Menurut dia, Jokowi tidak pernah lama dalam mengambil keputusan. Namun, Ngabalin menyatakan bahwa pergantian menteri itu merupakan hak prerogatif presiden.

“Artinya, siapa dan kapan merupakan kewenangan presiden. Setiap saat bisa beliau lakukan,” ucapnya. “Semua pihak harus bersabar menunggu pengumuman pergantian menteri,” lanjutnya.

Tenaga Ahli Utama Kedeputian IV Bidang Komunikasi Politik dan Diseminasi Informasi KSP Ali Mochtar Ngabalin. (Antara)

Menristek Sedih

Sementara itu, Menteri Riset dan Teknologi (Menristek)/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Bambang Brodjonegoro merasa sedih dengan persetujuan DPR atas penggabungan Kemenirstek ke Kemendikbud.Ia bersedih lantaran nantinya Kemenristek tidak lagi berdiri sendiri.

“Secara pribadi saya juga merasa tidak enak, merasa sedih, karena boleh dibilang saya jadi Menristek terakhir karena ristek-nya tidak lagi menjadi kementerian yang berdiri sendiri seperti dulu,” katanya, Ahad (11/4/2021).

Bambang belum mengetahui nasib BRIN selanjutnya usai peleburan Kemenristek ke Kemendikbud. Demikian juga nasib lembaga pemerintah non kementerian (LPNK) berbasis riset seperti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), serta Badan Tenaga Atom Nasional (Batan).

“Saya belum tahu nanti detail bagaimana. Yang pasti itulah yang akan berlangsung dan saya tidak tahu nanti BRIN dengan format apa serta apa yang terjadi dengan LPNK, saya juga susah menebak,” ujarnya. (AS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here