Mendag Mencoreng Muka Presiden

0
561
M. Lutfi (Foto istimewa)

KLIKMU.CO – Rencana impor beras yang dicanangkan Menteri Pergadangan M. Lutfi pun mendapat penolakan dari sejumlah partai pemerintah. Salah satunya PDI Perjuangan. Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto dengan tegas menolak impor beras apa pun alasannya. PDIP pun mendorong diversifikasi pangan demi mencegah impor beras.

Sejak satu tahun lalu, PDI Perjuangan telah memelopori gerakan menanam  tanaman pendamping beras yang dilakukan oleh struktural partai, eksekutif, dan legislatif. Nusantara begitu kaya dengan aneka rupa makanan, kekayaan hortikultura, yang seharusnya membuat menteri perdagangan percaya bahwa impor beras tidak perlu dilakukan,” kata Hasto dalam keterangan tertulis, Senin (22/3/2021).

Selain mendorong diversifikasi pangan, kata Hasto, partai juga mengajak seluruh simpatisan, anggota, dan kader untuk meningkatkan ketahanan pangan nasional secara swadaya masyarakat.

“Terkadang kita dijajah oleh cara berpikir yang terlalu pragmatis sehingga melanggengkan ketergantungan terhadap impor. Diperlukan cara berpikir baru yang disertai dengan langkah strategis yang konsisten agar kita bisa membalik keadaan: dari importir menjadi eksportir beras,” terangnya.

Menurut Hasto, keputusan menteri perdagangan tidak hanya melupakan basis politik presiden, tapi juga sangat tidak tepat mengingat perekonomin nasional sedang tertekan akibat pandemi.

Menurut Hasto, menteri perdagangan hanya menghambur-hamburkan devisa negara untuk satu produksi pangan yang sebenarnya bangsa Indonesia bisa memproduksi pangan tersebut. Dalam situasi kontraksi ekonomi seperti saat ini, sangat penting menghemat devisa negara.

“Memaksakan impor beras secara sepihak tidak hanya bertentangan dengan politik pangan Presiden Jokowi, namun juga mencoreng muka presiden yang belum lama mengampanyekan gerakan cinta produksi dalam negeri,” tegasnya.

Sementara itu, ekonom Universitas Indonesia Faisal Basri menilai isu impor beras tahun ini merupakan sebuah ironi. Sebab, ketahanan pangan Indonesia tengah berada dalam tren positif.

Dia mengatakan, sejumlah upaya pemerintah selama ini untuk mendongkrak ketahanan pangan menunjukkan tren cukup baik. Salah satunya bertambahnya lahan baku dari 7,1 juta hektare menjadi 7,46 juta hektare. Selain itu, saluran irigasi sudah diperbanyak pemerintah. Termasuk bendungan di sejumlah wilayah penghasil pangan.

“Jadi, banyak sekali sebetulnya hasilnya sudah nyata. Oleh karena itu, ironis kalau tiba-tiba muncul rencana impor beras ini,” katanya saat mengisi webinar Reformasi Kebijakan Perberasan, Senin (22/3/2021), dikutip dari Bisnis.com. (AS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here