Mendesain Generasi Hemat Energi 2045

0
214

KLIKMU.CO

Oleh: Tita Murtiyas Torini ., S.Pd.M.Si.

Dalam rangka melakukan penyadaran terhadap masyakat mengenai pentingnya sadar hemat energi maka kita semua wajib berpartisipasi aktif untuk memulainya, karena jika tidak kita sendiri yang melakukannya, maka kita sendiri yang akan merasakan akibatnya

Menurut data statistik bahwa energi yang ada di dunia khususnya Indonesia akan habis dalam kurun waktu tidak lama, jika tidak segera dicarikan alternatif energi yang terbarukan

Dikutip dari Berita online Kompas.com tanggal 2 Desember 2016 dengan judul: Minyak Indonesia Habis 12 Tahun Lagi, Krisis Mengintai Anak dan Cucu.

Disampaikan bahwa” Cadangan minyak di perut bumi Indonesia, tanpa ada eksplorasi baru, diprediksi akan habis 12 tahun-15 tahun lagi. Sementara itu, perkembangan energi non-fosil di Indonesia masih minim.

Hal itu diperparah dengan terus naiknya tingkat konsumsi minyak nasional. Saat ini saja angkanya sudah mencapai 1,6 juta barrel per hari (BPH).

Adapun produksi minyak hanya 600.000 BPH-800.000 BPH. Ketidakseimbangan antara produksi minyak yang terus turun dengan konsumsi dalam negeri yang terus naik membuat impor tidak bisa terelakkan.

Diprediksi, angka impor minyak akan terus membengkak dari tahun ke tahun hingga mencapai 1 juta BPH-2 juta BPH pada periode 2020-2025 mendatang.

“Jelas ini sangat mengkhawatirkan,” ujar pengamat energi sekaligus Direktur Indonesian Resources Studies Marwan Batubara kepada Kompas.com, Jakarta, Kamis (1/12/2016) malam.

Kekhawatiran itu cukup beralasan. Apalagi pemerintah dinilai belum menunjukkan keseriusan mengembangkan energi di luar minyak bumi.

Padahal, ada potensi besar mengembangkan industri gas, energi geotermal atau panas bumi untuk listrik, dan bioetanol untuk bahan bakar.

Sayangnya, keseriusan itu dinilai belum tampak. Bahkan ia juga menyoroti dana subsidi BBM yang dipangkas pemerintah belum terasa mengalir untuk pengembangan energi terbarukan.

Begitu juga anggaran di Direktorat Jenderal Energi Baru dan Terbarukan, serta Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM justru dipangkas pada APBN-P 2016. Berbagai persoalan di sektor energi itu harus segera diselesaikan.

Sebab, generasi yang akan datang akan menanggung beban berat akibat persoalan itu.

Sementara itu dikutip dari laman esdm.go.id bahwa

“Mematikan Lampu dan peralatan elektronik dirumah kita selama 1 jam saja, itu sama memberikan akses kepada 1 rumah tangga didaerag terpencil, dan mematikan 1 jam listrik di Jawa Bali sama saja dengan menerangi 2. 527. 469 rumah di timur Indonesia

Maka SMP Negeri 16 Kota Surabaya sebagai salah satu sekolah yang fokus pada pendidikan lingkungan terus berbenah diri untuk membentuk dan mencetak generasi yang sadar energi dan ramah lingkungan.

Sekolah yang menyandang gelar sekolah adiwiyata ini telah masuk 10 besar sekolah hemat energi di mana telah menyisihkan sekolah-sekolah yang ada di kota Surabaya pada tahun 2018.

Ibu Megarini selaku Manajer Utama dari program hemat sekolah yang saya kutip dari media online KLIKMU.CO menyampaikan

“Tujuan dari program sekolah hemat energi ini adalah meningkatkan pengetahuan guru, karyawan, karyawati dan siswa akan pentingnya hemat energi listrik dan air sehingga perilaku hemat energi akan menjadi kebiasaan sehari hari masyarakat indonesia, Alhamdulillah SMP Negeri 16 Surabaya pada tahub 2018 ini telah Menyisihkan 52 sekolah dari 62 yang ada di Kota Surabaya adapun 10 besar SMP Negeri tersebut adalah SMP Negeri 1, 3, 5, 11, 12,16 ,19, 28, 30 dan 42”, Ujar Bu Mega

Maka menurut hemat saya bahwa Energi listrik dan air merupakan energi yang tidak dapat diperbarui. Oleh karena itu kita harus menghemat energi agar anak cucu kita itu tidak kehabisan energi, cara penghematan energi itu banyak sekali bermacam-macam cara tapi di SMP Negeri 16 surabaya memiliki tips yakni ada tips 3 plus 1 M untuk cara membentuk generasi  2045 agar menjadi pribadi yang sadar atau hemat energi.

Yang Pertama adalah mematikan artinya kalau air energi air keran air atau di sini stop kontak yang tidak sudah alat-alat listrik yang tidak digunakan itu segera dimatikan agar tidak terjadi pemborosan.

Yang Kedua. Mmencabut jika kita melihat ada stop kontak yang masih menancap mari kita cabut karena itu menghabiskan energi secara pelan pelan.

Yang Ketiga. Mengatur jika kita menghidupkan ac atau kipas mari atur suhu nya dari yang terkecil karena sangat menghemat energi.

Yang Ke Empat adalah M ( Maturnuwun/ terima kasih,red) kita biasakan mengucapkan maturnuwun kepada seluruh warga SMP Negeri 16 Surabaya yang selalu sadar diri untuk hemat energi demi masa depan cucu cicit kita.

*Guru dan kader Hemat Energi di SMP Negeri 16 Surabaya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here