Mendidik Anak, Ibaratnya Orang Tua Sedang Menanam Pohon

0
209
Ustadz Amanto sedang memaparkan materi dalam agenda Sekolah Orang Tua. (Risalatin N./Klikmu.co)

KLIKMU.CO – Pembentukan karakter sejak dini oleh orang tua akan sangat menentukan bagaimana individu dalam menjalani kehidupan nanti. Segala macam cara dilakukan orang tua agar karakter positif dapat terbentuk pada diri anak. Termasuk kerja sama dengan guru selaku orang tua di sekolah karena tidak bisa dimungkiri lingkungan sekitar juga turut membentuk karakter siswa.

Sebagai bekalnya, Kamis (21/1/2021) Sekolah Akhlak SMP Muhammadiyah 9 Surabaya kembali mengundang seluruh wali peserta didik dalam agenda Sekolah Orang Tua ketiga kali secara virtual untuk belajar bersama. Mengangkat tema ”Strategi Menanamkan Karakter Patuh terhadap Orang Tua, acara ini bertujuan sebagai wadah belajar mendidik anak serta sharing antara orang tua dan guru.

Acara diikuti oleh seluruh wali peserta didik serta ustadz/ustadzah Sekolah Akhlak. Kegiatan rutin bulanan ini diisi Ustadz Amanto Prajudisiono SPsi, seorang psikolog.

Ustadz Amanto menyampaikan bahwa membentukan karakter tidak ujug-ujug langsung sesuai dengan yang diharapkan, namun membutuhkan proses yang benar, tidak sebentar, dan harus sabar.

“Sekarang ini kita semua ibarat sedang menanam pohon. Jika pohon itu dirawat dengan baik, dititipkan di tempat dan kepada orang baik, dikasih makanan yang baik, dikasih pupuk, akan menghasilkan buah yang baik pula. Begitu pun sebaliknya,” ujar psikolog dari Dinas Pendidikan Kota Surabaya itu.

Mengajak orang tua belajar dan diskusi bersama akan dapat membantu menjaga konsistensi dalam pembentukan karakter kepada anak. Apa yang ditanamkan di sekolah diharapkan mampu diterapkan pula ketika di rumah dan sebaliknya.

Sementara itu, Djoko Triyono, salah satu wali peserta didik kelas 9, mengapresiasi kegiatan dan presentasi malam itu karena sangat membantu. Terlebih, di masa pandemi yang orang tua mendapat peran baru. Tidak mudah dalam mendampingi anak belajar.

“Artinya, saya menjadi tahu apa yang harus saya lakukan dalam menghadapi anak pada fase sekarang ini,” jelasnya.

Menurutnya, akan lebih banyak mendengar apa yang menjadi keinginan anak, mengajak diskusi bersama dalam mengambil suatu keputusan, serta selalu berkomunikasi baik dapat menjadi salah satu cara yang bisa dilakukan untuk membentuk karakter positif.

“Jika anak sudah punya karakter yang positif bagus, di mana pun akan refleks muncul hal yang baik-baik. Tinggal dikuatkan saja,” pesannya. (Risalatin N./AS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here