Menengok Penyembelihan di 3 Masjid Ini: Dinkes Memantau, Panitia pun Diberi Suplemen

0
185
Penyembelihan hewan kurban di masjid Muhammadiyah. (Klikmu.co)

KLIKMU.CO – Berbekal hasil sosialisasi dan visitasi MCCC Daerah Kota Surabaya terkait protokol kesehatan tempat shalat Idul Adha dan penyembelihan hewan kurban di wilayah MCCC Cabang se-Surabaya sudah memenuhi. Ini adalah bentuk kepedulian dan pencegahan persebaran Covid-19.

Hal itu disampaikan Andi Hariyadi, sekretaris MCCC Surabaya, saat memantau penyembelihan di hari pertama tasyrik di beberapa masjid Muhammadiyah, Sabtu (1/8/2020).

Meski suasana pandemi, Andi mengatakan bahwa semangat berkurban tidaklah berkurang. “Para jamaah begitu antusias ikut patungan berkurban lembu atau kambing untuk disembelih maupun dalam bentuk kaleng yang dikoordiniasi Lazismu Surabaya,” katanya.

Sarifudin, panitia Idul Kurban di Masjid Kholid bin Walid Kupang Panjaan IV PRM Dr. Sutomo Cabang Tegalsari, mengaku sempat cemas. Namun syukur, akhirnya bisa disembelih 3 ekor lembu dan 3 ekor kambing dan dibagikan 600 bungkus daging kepada warga sekitar.

“Penyembelihan berjalan lancar ditangani 6 orang jagal untuk pemotongan dan selanjutnya dibantu para kader muda,” ujarnya.

Sementara itu, Budiono, wakil ketua Takmir Masjid Al Ikhlas Wonorejo IV/97 PRM Wonorejo Cabang Tegalsari, menyatakan bahwa di masjidnya memotong 5 ekor lembu dan mendistribusikan 750 bungkus daging hewan kurban kepada masyarakat. “Prosesi pemotongan disaksikan Dinas Kesehatan Kota Surabaya dan panitia menaati protokol kesehatan,” katanya.

Di sisi lain, Basuki selaku ketua Takmir Masjid At Taqwa Kedung Rukem 4 PRM Kedungdoro Cabang Tegalsari, mengatakan telah menyembelih 2 ekor kambing dan 4 ekor lembu, lalu membagikan 500 bungkus daging kurban. Sebelumnya, panitia diberi suplemen vitamin C sesuai petunjuk protokol kesehatan. Penyembelihan ditangani 5 orang profesional dan 10 orang sebagai petugas pemotongan, packing, dan pendistribusian.

Imam Syaukani dari tim visitasi saat ke lokasi penyembelihan menyebutkan, hal-hal yang terkait protokol kesehatan sudah dipenuhi. “Hanya, adanya masyarakat luar yang ingin membantu, tetapi tetap dibatasi, sesuai protokol kesehatan,” tandasnya. (Andi/Achmad San)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here