Mengenal P2KK, Ajang Pembentukan Karakter Mahasiswa UMM

0
115
Kegiatan P2KK di rusunawa UMM sebelum pandemi Covid-19 menghembalang Indonesia. (UMM/KLIKMU.CO)

KLIKMU.CO – Selain mengikuti kegiatan Pengenalan Studi Mahasiswa Baru (Pesmaba), mahasiswa baru (Maba) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) juga wajib mengikuti kegiatan Program Pembentukan Kepribadian dan Kepemimpinan (P2KK). P2KK yang merupakan kegiatan pembentukan karakter ini dihadirkan dalam rangka menjawab kebutuhan tentang pentingnya kualitas personal yang harus dimiliki oleh mahasiswa dan lulusan perguruan tinggi.

“P2KK yang menjadi iKon UMM merupakan sinergi antar-berbagai bidang untuk melakukan program peningkatan mutu lulusan di Universitas Muhammadiyah Malang melalui kegiatan akademik dan nonakademik. Kegiatan P2KK yang dikhususkan untuk mahasiswa baru merupakan program konversi untuk mata kuliah AIK 1 (Al Islam dan Kemuhamadiyah 1) yang biasanya menggunakan sistem kelas,” terang Dr Khozin MSi, kepala UPT P2KK UMM, dalam wawancara via daring, Rabu (7/10).

Di samping itu, lanjut pakar Sejarah Pendidikan Islam ini, program P2KK juga memadukan kegiatan pelatihan soft skill bagi mahasiswa baru untuk memberikan bekal dalam menjalani aktivitas belajar di kampus serta mengenalkan budaya belajar di perguruan tinggi. “Sehingga setiap mahasiswa baru dapat segera menyesuaikan diri dengan seluruh rutinitas kegiatan belajar dan aktivitas nonakademik di kampus,” kata dosen Fakultas Agama Islam UMM itu.

Kegiatan outbound P2KK UMM sebelum pandemi melanda. (UMM/KLIKMU.CO)

UMM sebagai sebuah lembaga pendidikan yang telah memberikan kontribusi dalam membangun bangsa melalui pembangunan sumber daya manusia, khususnya peserta didik di jenjang perguruan tinggi, memang perlu terus berkreasi dalam mengembangkan program pendidikan yang sesuai dengan tuntutan kebutuhan masyarakat. Salah satunya adalah program character building (pembentukan karakter) bagi mahasiswa, sebagai upaya meningkatkan kualitas personal.

“Tak bisa dimungkiri, mahasiswa UMM secara empiris berasal dari berbagai daerah di seluruh Indonesia yang tentunya memiliki perbedaan budaya, status sosial, tata nilai, kemampuan personal (intelektual, mental, dan sosial), serta pemahaman agama. Perbedaan ini apabila tidak dikelola dengan baik sejak awal dapat menjadi faktor penghambat bagi keberlangsungan proses belajar di perguruan tinggi,” sambung Khozin.

Dr M. Khozin MSi, kepala UPT P2KK UMM.

Di samping itu, kata dia, adanya perbedaan potensi serta prestasi dapat juga menciptakan kesenjangan antarmahasiswa. Karena itu, perlu difasilitasi dengan kegiatan yang dapat menyinergikan antara peluang yang telah diciptakan oleh kampus dengan potensi mahasiswa. Itu sebagai upaya meningkatkan kualitas personal sehingga mampu berbuat lebih baik dalam membangun masyarakat sesuai dengan semboyan UMM “Dari Muhammadiyah untuk Bangsa”.

Seyogianya, kegiatan P2KK dilakukan secara luring dengan menginap selama sepekan di asrama. Mengingat pandemi, kegiatan itu saat ini dilakukan secara daring. “Jadi, selama daring semua materi tidak diberikan. Misalnya, materi yang berkenaan dengan praktik seperti ibadah itu sementara kita tiadakan. Selain itu, materi kepemimpinan berupa outbond juga ditiadakan. Kita menjadwal untuk P2KK itu hanya lima hari, termasuk tes dan penutupannya,” pungkasnya. (Ade/AS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here