Mengenang Cak Kur, sang Kader Penggerak

0
175
Foto dari PDM Kota Surabaya

KLIKMU.CO – Saat pandemi Covid-19 ini ada beberapa kader Persyarikatan Muhammadiyah Surabaya yang dipanggil untuk menghadap Sang Khalik Allah SWT. Terbaru, Kamis siang lalu (25/2/2021) H. Muhammad Maskur atau yang sering dipanggil Cak Kur telah meninggal dunia.

“Semoga amal saleh dan perjuangan beliau diterima Allah SWT. Aamiin.” Demikian disampaikan Andi Hariyadi, Ketua Majelis Pendidikan Kader PDM Surabaya, saat mengenang seniornya itu kepada Klikmu.co, Jumat (26/2/2021).

Menurut Andi, Cak Kur adalah seorang kader penggerak Persyarikatan yang tidak kenal lelah. Dengan gaya bahasa yang lugas, ceplas-ceplos, dan apa adanya menjadi kekhasan almarhum.

“Tetapi tetap familier dengan para kadernya,” lanjut Andi.

Dia mengisahkan, saat mengikuti perkaderan Pemuda Muhammadiyah Surabaya dekade 80-an, sebagai tim instruktur bersama Cak Kholil Subari, Cak Suhud, Cak Imron, dan para senior lainnya, Cak Kur sering mengobarkan semangat kepada kader juniornya. “Untuk menjadi Pemuda Muhammadiyah yang tangguh dan diperhitungkan,” tegasnya.

Ada beberapa pengalaman Andi yang sempat membersamai almarhum. Seperti saat terjadinya penembakan rumah Pak Amien Rais pada awal November 2014. “Sehari sesudah teror penembakan itu, kami meluncur ke PP Muhammadiyah Jogja. Lanjut memberi dukungan semangat kepada Pak Amien Rais dan keluarganya,” jelasnya.

Selama perjalanan tersebut, Cak Kur banyak memberikan pandangan yang dinamis untuk para kader. Demikian Andi mengenangnya.

Menjelang akhir 2020, keduanya bertemu di kantor PDM Surabaya. Cak Kur selaku Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah Wiyung Surabaya banyak bercerita tentang model perkaderan para seniornya dulu untuk lebih mandiri, bagaimana program yang ada untuk dibiayai sendiri pelaksanaannya.

“Pesan beliau ini begitu visioner sehingga kader lebih dinamis dalam gerak dakwah di Muhammadiyah. Bahkan, beliau berharap majelis kader bisa membuat kegiatan yang ditempatkan di Wiyung,” terangnya.

Andi melanjutkan, saat bertemu Cak Kur, dirinya meminta agar Cak Kur membuat beberapa catatan tentang anekdot obrolan tokoh-tokoh Muhammadiyah untuk selanjutnya dibuat buku. “Dan beliau antusias sekali atas rencana penulisan sejarah Muhammadiyah, namun Allah SWT berkehendak lain telah memanggilnya. Selamat jalan Kakanda Muhammad Maskur, semoga Allah SWT mengampuni segala kekhilafan dan menerima amal salehnya,” kata Sekretaris Tim Penulis Sejarah Muhammadiyah Surabaya itu. (AS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here