Mengenang Kang Jalal, Mantan Aktivis Persyarikatan yang Berpulang Itu

0
157
Tempo.co

Oleh: Kiai Nurbani Yusuf

KLIKMU.CO

Saya mengenangnya sebagai salah seorang kader dan aktivis persyarikatan, dan penulis dua buah buku laris: Islam Aktual dan Islam Alternatif. Dua buah buku yang masih saya simpan di perpustakaan hingga sekarang. Buku lainnya saya tak punya.

Kang Jalal, begitu sapaan Jalaludin Rakhmat. Saya mengalami dua kali perjumpaan, dalam acara bedah buku di masjid kampus. Buah pikirnya memikat. Bukunya laris manis dan kerap menjadi bahan bincang hangat dikalangan aktivis mahasiswa saat itu.

Tutur katanya halus. Rendah hati. Bicaranya pelan. Murah senyum. Dan senang memberi. Waktu itu saya mengundangnya. Tidur di tempat kos dan esoknya sarapan nasi pecel di warung sebelah. Kang Jalal adalah sosok ringan kaki di kalangan aktivis dakwah kampus. Tak pernah menolak bila diundang.

Jalaludin Rakhmat juga enak diajak ngobrol, suka mendengar,  antusias sekali ketika membahas tentang pendidikan di Muhammadiyah. Belakangan Kang Jalal berkisah bahwa dirinya adalah alumni Darul Arqam Muhammadiyah Bandung, sebelum menjadi penganut Syiah.

Meski pendiam dan ramah, tokoh ini kerap mengundang kontroversi. Islam Aktual dan Islam Alternatif adalah bukti otentik betapa Kang Jalal punya pikiran maju, progresif, dan dinamis melampaui zamannya, khas intelek kampus seperti halnya Bang Imad (Dr Ir Imaddudin Abdurahim ITB Bandung) yang fenomenal dengan gagasan kuliah duha pada setiap Ahad pagi di Masdjid Salman.

Setidaknja Kang Jalal dan Bang Imad pernah menggores pikiran dan menanamkan daya nalar dan intelektual. Guru, sosok idola di kala mahasiswa dan teman baca di kamar kos. Satu hal masih kami ingat darinya adalah kedepankan akhlak ketimbang fikih.

Saya hanya mengenang kebaikan, sepanjang yang saya tahu dan tuliskan yang saya dengar darinya. Baginda Rasulullah saw bersabda: ‘Engkau akan bersama dengan orang yang kaucintai”. Insya Allah Kang Jalal mencintai Nabi Muhammad saw, Sayyidah Fatimah Az Zahra, Sayidina Ali bin Abi Thalib, Sayidina Hasan, Sayidina Husen dan para ahli bait lainnya. Semoga Kang Jalal bersama dengan orang-orang yang dicintainya di akhirat. Aamiin.

Kepada keduanya saya pernah mendapatkan budi. Semoga menjadi jariyah amal saleh yang meringankan, sebagai wasilah diampunkan segala dosa dan dimaafkan segala khilaf.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here