Mengenang Siti Mundjiah dan Siti Hajinah, Dua Srikandi Aisyiyah Penggagas Kongres Perempuan

0
1854

Oleh: Nurbani Yusuf

KLIKMU.CO

Dua perempuan paruh baya. Cerdas, kaya wawasan, dan berpikir jauh ke depan melampaui zamannya. Hidup di suatu zaman ketika perempuan selalu dimarginalkan. Tidak beruntung dan tak boleh maju. Siti Mundjiah dan Siti Hajinah namanya. Dua Srikandi Aisyiyah penggagas pertama Kongres Perempuan Indonesia pada 22 Desember 1928 di Jogjakarta.

Sebuah perjuangan panjang kaum perempuan Indonesia di tengah tekanan kuat tradisi dan kebiasaan yang tidak ramah terhadap perempuan. Perempuan itu hanya suplemen: konco wingking.

Ini bukan hanya soal doa terhadap ibu. Lebih pada sebuah pengakuan tentang eksistensi perempuan yang kalah. Tidak dihitung dan marginal. Perempuan yang terus melawan ketidakadilan humanitas yang melemahkan dan hegemoni laki-laki.

Kongres Perempuan adalah pertanda kebangkitan perempuan Indonesia: kesadaran dan keinsafan untuk melawan ketidakberdayaan. Ibu adalah tiang negara, bila baik ibunya akan baik negaranya dan sebaliknya.

Kesadaran inilah yang ditangkap para perempuan pada paruh pertama abad ke-20. Di tengah ilusi kebangkitan peradaban. Para ibu yang dengan sadar dan insaf merenungi tentang kesejatiannya.

***

Siti Mundjiah dan Siti Hajinah dua ikon perempuan berhijab mewakili Perkoempoelan Aisyiyah kala itu. Berinteraksi dengan lingkungan membangun kesadaran humanitas dan fitrah.

Ide dan gagasan memang tak selamanya bisa dipungut dengan mudah. Ketika sekelompok perempuan terpelajar di kerajaan Arab Saudi tengah berjuang melawan diskriminasi. Betapa susahnya untuk sekadar mendapat surat izin mengemudi dan duduk di bangku kuliah. Perempuan Indonesia sudah melakukannya seabad lampau.

Tanggal 22 Desember adalah hari di mana perempuan Indonesia bangkit berdiri ingin menjadi baik. Itu substansinya.

@nurbaniyusuf
Komunitas Padhang Makhsyar

Foto pribadi

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here