Menghidupi Muhammadiyah, Bukan Berarti Kerja di AUM Tidak Dibayar

0
382
Up Grading: Pegawai dilingkungan UMSurabaya meningkat loyalitas melalui Darul Arqom.(Foto: Humas UMSurabaya)

KLIKMU.CO¬† Tidak kurang dari 63 Pegawai Universitas Muhammadiyah (UM) Surabaya yang masa kerjanya dibawah 1 tahun, mengikuti “DARUL ARQOM” Pegawai UMSurabaya, di Gedung LPMP jalan Ketintang WIyata, Sabtu-Ahad (7-8/4) kemarin.

Hadir sebagai Pemateri Dr. Mahsun, M.Ag. Ketua PDM Kota Surabaya juga menjabat Wakil Rektor (Warek) III UMSurabaya, Prof. Dr. Thohir Luth, MA. Wakil Ketua PWM Jawa Timur (Jatim).

Hadir juga Prof. Dr. Ahmad Jaenuri, MA. Wakil Ketua PWM Jatim, Dr. Syamsuddin, MA. Wakil Ketua PWM Jatim, Dr. A. Aziz Hidayat H., S.Kep,Ns., M.Kes. Wakil Ketua PDM Kota Surabaya juga Warek I, serta Dr. Nur Mukarromah, SKM., M.Kes. Kepala Biro Sumberdaya Insani UMSurabaya.

Menurut Dr. dr. Sukadiono, MM. Rektor UMSurabaya,agenda tersebut bertujuan menguatkan ideologi Muhammadiyah. Terutama, untuk Dosen dan Tenaga Kependidikan UMSurabaya yang baru, dengan latar belakang pegawai UMSurabaya sangat beragam.

Pak Suko, begitu panggilan akrab Rektor menandaskan,bahwa tanggung jawab pegawai Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) lebih besar daripada pimpinan persyarikatan.

Sebab, lanjutnya, selain bertanggung jawab terhadap Islam dan persyarikatan, pegawai AUM juga bertanggung jawab terhadap perkembangan AUM.

“Pegawai AUM tidak boleh hanya menjadi muhammadiyah pada saat bekerja saja, tapi juga harus ikut bertanggungjawab terhadap perkembangan persyarikatan minimal aktif dan menghidupkan Ranting Muhammadiyah di masing-masing tempat tinggalnya,” tukas pria juga saat ini sebagai Bendahara Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jatim ini.

Tidak kalah penting, Dr. A. Aziz Alimul H menandaskan, menjadi dosen adalah sebuah profesi yang sangat menjanjikan karena pemerintah sudah sangat peduli dengan profesi dosen yang dibuktikan dengan diberikannya sertifikai dosen dan alokasi dana penelitian untuk dosen yang sangat besar.

“Menghidupi Muhammadiyah bukan berarti tidak dibayar jika bekerja di AUM. Melainkan, bekerja keras, ikhlas dan cerdas demi kemajuan dan perkembangan AUM dan persyarikatan,” tandas Prof. Thohir Luth mantan Ketua PWM Jatim saat mengakhiri pembicaraan. (Icool/Kholiq)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here