Mengingat Kembali Kiprah Kiai Dahlan Mengangkat Harkat dan Martabat Bangsa Indonesia

0
336
Kiai Mahsun Jayadi menjadi inspektur upacara milad Muhammadiyah dan mengingatkan kembali akan kiprah Ahmad Dahlan untuk Indonesia. (Foto: Habibie)

KLIKMU.CO – “Kita semua hadir di tempat ini dalam rangka memeriahkan, mengingat kembali 107 tahun yang lalu, Muhammadiyah didirikan oleh kiai Haji Ahmad Dahlan untuk melakukan pencerahan dalam rangka meningkatkan kualitas umat manusia dan kaum muslimin, khususnya di Indonesia ini.”

Demikianlah kata Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Surabaya Dr. Mahsun Jayadi M.Ag. saat menjadi inspektur upacara Milad Ke-107 Muhammadiyah yang diadakan oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Surabaya di Lapangan Keputih, Sukolilo Surabaya, Ahad (17/11/19).

Kiai Mahsun Jayadi mengatakan, pada 1912, saat Negara Indonesia belum lahir, Kiai Dahlan sudah berpikir untuk lepas dari penjajahan perlu kekuatan. “Kekuatan itu bukan hanya kekuatan fisik, tetapi juga kekuatan intelektual dan kekuatan ekonomi,” ujar wakil rektor UM Surabaya tersebut.

Untuk mengangkat harkat dan martabat bangsa Indonesia saat itu, lanjutnya, yang dilakukan oleh Ahmad Dahlan adalah mendirikan sekolah-sekolah. “Dengan pendidikan inilah umat dan bangsa ini akan berdaya. Ini yang pertama,” katanya.

Kedua, lanjut Mahsun, berupaya meningkatkan kesehatan masyarakat. Sebab, kondisi bangsa Indonesia saat itu terjajah dan miskin. Ini menjadi perhatian penting sehingga Kiai Dhmad Dahlan mendirikan pusat-pusat pelayanan kesehatan.

“Kemudian, rumah sakit yang pertama kali berdiri di Jogjakarta adalah rumah sakit PKU Muhammadiyah. Kemudian berkembang ke Surabaya, dipelopori oleh dr Soetomo, yang kemudian menjadi nama rumah sakit di Surabaya,” lanjutnya.

Menurut Mahsun, dia adalah tokoh Muhammadiyah yang mendirikan rumah sakit PKU Muhammadiyah di Jalan KH Mas Mansyur. “Jadi, rumah sakit PKU Muhammadiyah Surabaya itu rumah sakit nomor dua di Indonesia yang didirikan oleh Muhammadiyah,” ucapnya.

Ketiga, kata Mahsun, Kiai Haji Ahmad Dahlan merasa kondisi umat dan bangsa Indonesia yang terjajah itu, di samping perlu meningkatkan kualitas pendidikan dan kesehatan, perlu diberdayakan juga kaum dhuafa dan mustad’afin.

“Memberdayakan fakir miskin agar mereka tidak terperangkap dalam kondisi kemiskinan, apalagi kemudian karena kelemahan akidah mereka menjual akidah hanya untuk sesuap nasi,” katanya.

“Tiga ranah inilah yang dilakukan oleh Muhammadiyah sejak awal dan alhamdulillah Muhammadiyah Kota Surabaya mampu melaksanakan program-programnya,” tukasnya. (Habibie/Achmad San)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here