Meninggal Usai Divaksin, Berikut Penjelasan secara Medis

0
157
Seorang tenaga kesehatan menjalani suntik vaksin. (Detik)

KLIKMU.CO -Terkait dengan adanya pemberitaan meninggalnya dua tenaga kesehatan (nakes) pasca penyuntikan vaksin Covid-19, pemerintah menyampaikan dukacita mendalam atas kejadian tersebut. Pemerintah berharap kejadian serupa tidak terulang.

Ketua Komnas Kejadian Ikutan Pascaimunisasi (KIPI) dr Hindra Irawan Satari Spa(K) MTropPaed mengatakan, kekebalan tubuh tidak langsung tercipta pasca penyuntikan pertama. Kalaupun ada, sangat rendah. Menurut dr Hindra, kekebalan baru tercipta sepenuhnya dalam kurun waktu 28 hari pasca penyuntikan kedua.

“Meskipun sudah divaksin, dalam dua minggu ke depan sangat amat rawan terpapar,” tuturnya.

Dia menambahkan, vaksin Covid-19 membutuhkan dua kali dosis penyuntikan. Suntikan pertama ditujukan memicu respons kekebalan awal, sedangkan suntikan kedua untuk menguatkan respons imun yang terbentuk.

Karena itu, lanjut dr Hindra, setelah disuntik vaksin tetap harus menjaga jarak, memakai masker, mencuci tangan pakai sabun serta menjauhi kerumunan. “Karena masih rawan. Kalau kita lengah, bisa saja terjadi hal yang tidak kita inginkan,” terangnya.

Vaksin yang digunakan untuk vaksinasi dipastikan aman dan berkhasiat. Sebab, pengujiannya telah sesuai dengan standar Badan Kesehatan Dunia alias WHO. “Dengan hasil pengujian  di fase I, fase II, dan fase III, kita hasilnya ringan,” tambah dr Hindra.

Maksudnya, efek samping yang ditimbulkan dari vaksinasi Covid-19 bersifat ringat dan mudah diatasi. Seperti reaksi lokal berupa nyeri, kemerahan, atau gatal-gatal.

Untuk mengantisipasi timbulnya KIPI, pemerintah telah menyiapkan langkah penanganan. Termasuk menyediakan contact person di setiap pos pelayanan vaksinasi.

Lebih lanjut, dr Hindra menjelaskan bahwa vaksinasi merupakan upaya tambahan untuk melindungi seseorang dari potensi penularan Covid-19. Karena itu, tetap membutuhkan protokol kesehatan untuk memberikan perlindungan yang optimal.

“Vaksinasi itu tidak menjamin 100 persen (tidak akan tertular). Namun, sebagai upaya tambahan untuk mengurangi risiko terpapar/terinfeksi,” tegasnya.

Senada, Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan dr Siti Nadia Tarmizi MEpid mengingatkan, meskipun sudah divaksin, masyarakat harus tetap disiplin protokol kesehatan. Sebab, seseorang masih berisiko terpapar Covid-19.

“Bagi seluruh masyarakat saya berpesan, dengan adanya vaksinasi, kita juga masih punya kewajiban menjalankan protokol kesehatan,” ucapnya. (AS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here