Menjadi Pejuang Kebajikan Tidak Cukup Rai Gedhek, Tapi Harus Rai Cor-coran

0
475
Mental Baja: Ferry Yud Ketua Majelis Pelayanan Sosial Muhammadiyah Surabaya memotivasi para peserta darul arqom. ( Foto: Puguh)

KLIKMU.CO –┬áSabtu, (02/06) menjadi hari kedua bagi para peserta darul arqom panti asuhan muhammadiyah se-Surabaya ini. Kegiatan yang bertemakan ‘Melejitkan Potensi Santri Menuju Islam yang Berperadaban’ tersebut diselenggarakan oleh Majelis Pelayanan Sosial Pimpinan Daerah Muhammadiyah (MPS PDM) Kota Surabaya. Diikuti oleh lebih dari 40 santri panti yang usianya berkisaran SMP dan SMA.

Setelah melakukan bersih diri, peserta pun mengikuti acara selanjutnya, yakni materi III yang diisi oleh Ustad Ferry Yudi Antonis Saputro selaku ketua MPS PDM Surabaya.

Ferry, sapaan akrabnya, lantas bercerita tentang banyaknya anak seusia SMP yang tidak bisa menikmati hidup dengan baik. “Kalian yang ada di panti ini harusnya bersyukur penuh kepada Allah, mengapa? Karena banyak diluar sana yang sulit mencari makan, putus sekolah, bahkan untuk tidur pun tidak nyenyak.”Jelas Ferry.

Jadi, lanjut Ferry, hidup di panti kalian harus menjadi generasi islam yang kuat, tangguh dan minimal kalianlah yang menggantikan posisi bapak-bapak di PDM Surabaya.

Lalu Ferry menyebutkan ada 4 ciri generasi islam yang harus ada pada diri santri. Pertama, responsife atau memiliki rasa tanggung jawab yang tinggi.

Kemudian, kedua adalah cerdas. Anak panti harus menjadi generasi yang keluar dari zona nyaman.

“Kalau temanmu menghafal sehari 5 ayat, kamu harus 10 ayat. Kalau temanmu sehari tidur 8 jam, kamu wajib 5 jam, dan jikalau temanmu waktu belajarnya hanya 2 jam, kamu harus 5 jam. Paksa, forsir terus tubuhmu, saya yakin tidak akan mati jika terus diforsir” Ungkap pria berjenggot dan berkacamata itu.

Dan untuk menjadi orang cerdas, sambung Ferry, syaratnya hanya satu, yaitu kemauan yang tinggi, nanti akan timbul kemampuan. Dimana ada kemampuan yang kuat, maka kemampuan akan mengikuti.

Ketiga yakni religious. “Apa bedanya anak panti dengan anak sekolah yang lain?” tanya Ferry.

Lalu Ferry menjawab, anak panti harus menjadi role model bagi teman lainnya, minimal menjadi imam, memimpin ngaji, mengawali dan mengajak untuk sholat. Jadi religiousnya harus ditunjukkan.

Terakhir, keempat adalah tangguh. Karena dengan ketangguhan semua akan dilaksanakan dengan sempurna tanpa tanggung-tanggung. “Jangan hanya mempunyai rai gedhek, nanggung, tapi jadilah rai corcoran, maksudnya adalah mempunyai mental yang kuat” Tutup Ferry

Darul Arqam ini bertempat di panti asuhan muhammadiyah Kenjeran dan berlangsung selama 3 hari. Jumat-Ahad, (1-3/06). (Azmi Izuddin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here