Menjaga Komitmen Kritis-Konstruktif IMM di Tengah Turbulensi Organisasi

0
1073

WAWANCARA EKSKLUSIF
dengan
ALI MUTHOHIRIN
Ketua Umum DPP Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM)

KLIKMU.CO – Sebagai entitas masyarakat intelektual, kritis, dan terdidik, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) memiliki peran sangat strategis. Di pundaknya, kemajuan bangsa, agama, maupun Persyarikatan akan terus dipikul. Sebagai agent of change, kiprah IMM juga diharapkan dapat mengejawantahkan Tri Kompetensi Kader, yakni Religiusitas, Intelektualitas, dan Humanitas.

Di ranah praksis gerakan, IMM dinilai banyak pihak mampu menjaga netralitas dan independensi jati diri di tengah godaan politis pihak-pihak yang ingin membungkam nurani. Namun demikian, dinamika di internal organisasi pada periode mutakhir juga menunjukkan situasi yang kurang positif, di mana puncaknya adalah pengunduran diri seorang ketua umum. Dalam lintasan sejarah IMM, juga pernah terjadi dualisme kepemimpinan.

Apa yang sebenarnya terjadi di tubuh IMM, sehingga dinamika yang kebablasan tersebut terkadang lazim terjadi? Dan mau dibawa kemana arah gerak pejuang muda ‘Jas Merah’ tersebut? Berikut petikan wawancara eksklusif Abdul Kholiq Jurnalis KLIKMU.CO dengan Ali Muthohirin Ketua Umum DPP IMM, Kamis, (1/2).

Sebelumnya selamat Anda terpilih menjadi Ketua Umum DPP IMM menggantikan ketua umum sebelumnya yang mengundurkan diri di tengah periode. Bagaimana perasaan anda?

Perasaan tentu sangat bercampur aduk karena mendapat amanah besar di tengah keadaan turbulensi di DPP IMM. Tetapi, sebagai kader harus siap menjalankan amanah dengan maksimal.

Apakah maksud turbulensi tersebut adalah karena terjadi goncangan di internal akibat pengunduran diri Ketua Umum DPP IMM? Bagaimana itu terjadi?

Prosesnya di luar dugaan, karena ketua umum mengundurkan diri dengan alasan sakit. Maka, untuk menjaga roda organisasi, DPP IMM melaksanakan pleno. Selanjutnya, hasil pleno dikonsultasikan kepada PP Muhammadiyah. Dari situ keluar rekomendasi untuk melanjutkan kepemimpinan ini sampai akhir periode tanpa harus ada Muktamar luar biasa.

Organisasi anda memiliki basis anggota yang cukup besar di Indonesia. Ke mana arah gerak IMM di bawah komando anda?

Tetep pada lokus utama gerakan intelektual tanpa menghalangi gerakan kemanusiaan, dan kebangsaan. Semua demi menjaga amanah sebagai kader umat, kader bangsa, dan kader Persyarikatan.

Menurut anda, apa yang perlu dibenahi dalam diri IMM?

Fokus pada tugas utama dan meningkatkan kepekaan terhadap kondisi sekitar. Tentu, penguatan ideologi menjadi hal yang harus terus dimatangkan

Masa periode ini tinggal separuh. Jurus akselesari apa yang mau anda lakukan agar semua program IMM tuntas?

Tetap fokus pada program yang sudah dicanangkan dan menyudahi dinamika internal. Sebab, tatkala berkutat pada internal, maka akan ketinggalan jauh dengan ortom atau Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) lain. Selanjutnya, terus melakukan konsolidasi ke seluruh jejaring organisasi dan eksternal secara maksimal.

Gerakan mahasiswa mutakhir dinilai banyak pihak mulai mengendur dan kurang kritis. Seolah merapat ke penguasa. Bagaimana anda menjaga independensi IMM?

Tentu saja, gerakan mahasiswa hari ini berbeda. Ada tantangan dan kondisi yang berbeda pula. Akan tetapi, selama IMM menjaga khittahnya dan nilai-nilai etik gerakan sebagai ciri khasnya, maka independensi akan tetap terjaga.

Adapun adanya sikap yang terkesan merapat ke pemerintah itu juga bagian dari pilihan gerakan masing-masing, tentu sebagai eksponen mahasiswa. Yakinlah, IMM akan tetap pada pola gerakannya; kritis-konstruktif dan menjauhkan diri dari pragmatisme. (Kholiq/ICOOL)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here