Menko PMK Minta Lulusan Segera Jadi Angkatan Kerja Produktif

0
78
Prof Dr Muhadjir Effendy MAP saat memberikan orasi ilmiah di pergelaran Wisuda Ke-97 Periode III UMM. (Humas/KLIKMU.CO)

KLIKMU.CO – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia Prof Dr Muhadjir Effendy MAP didapuk untuk memberikan orasi ilmiah di pergelaran Wisuda Ke-97 Periode III Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Senin (19/10/2020). Dalam Sidang Senat Terbuka mengukuhkan Diploma, Sarjana, dan Pascasarjana UMM ini, Muhadjir mengajak dalam orasi ilmiahnya untuk segera mengambil kesempatan menjadi bagian dari angkatan kerja produktif. Karenanya, Muhadjir berharap kepada angkatan kerja baru ini untuk siap menantang segala rintangan dunia kerja yang bakal dihadapi di masa depan.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pada Februari 2020, kondisi angkatan kerja Indonesia adalah 56,82% pendidikannya adalah SD sampai SMP. Sedangkan 30,16% sisanya berpendidikan SMA/SMK, dan 13,02% adalah angkatan kerja yang berpendidikan Diploma ke atas atau pendidikan tinggi. “Tentu saja tidak mudah bagi pemerintah untuk meningkatkan komposisi angkatan pendidikan ini. Karena target kita, mestinya, tamatan SD dan SMP dari waktu ke waktu harus semakin kecil. Kita upayakan angkatan kerja tamatan SD dan SMP bisa menginjak angka 30%,” ungkap Muhadjir yang juga wakil BPH UMM.

Sementara itu, SMA/SMK harus naik dari 30% menjadi 40%. Sedangkan untuk diploma dan perguruan tinggi dari 13%  diharapkan akan naik menjadi 20%. Usaha ini perlu upaya kerja keras Pemerintah untuk meningkatkan kapasitas di angkatan kerja Indonesia. “Saat kalian lulus ini berarti saudara menjadi bagian dari angkatan kerja elite yang terpilih dari sekitar 17 juta dari sekitar 136 juta angkatan kerja. Atau dari 290 ribu lulusan perguruan tinggi dari sekitar 3 juta angkatan kerja. Jadi kalianlah yang akan menentukan masa depan Indonesia karena memiliki tingkat intelektual, keterampilan, dan keterlatihan tinggi,” terang Muhadjir.

Muhadjir lantas berpesan untuk segera masuk menjadi bagian angkatan kerja produktif. Jangan menunggu dan menunda-nunda. Termasuk dari mereka yang berangkat dari basis ekonomi kuat dan menengah. “Segeralah Anda tantang segala macam hambatan, rintangan, kesulitan di dunia kerja. Karena dengan Anda segera menantang segala kesulitan di dunia kerja itu, maka Andalah yang akan menjadi juaranya. Tidak ada ceritanya orang besar dan berhasil tanpa ada tantangan. Tidak ada ceritanya orang yang bisa membuat sejarah, tanpa harus menerobos berbagai macam halangan dan rintangan,” kata Muhadjir.

Muhadjir kembali menegaskan dan sekaligus mengajak kepada seluruh wisudawan untuk jangan gampang menyerah, tetap optimistis, dan terus menatap masa depan dengan sebaik-baiknya. “Percayalah bahwa pemerintah memiliki iktikad baik dan kemauan baik untuk mereka-mereka yang belum mendapatkan lapangan pekerjaan agar mendapatkan kemudahan. Baik untuk menjadi bagian dari sebuah perusahaan besar ataupun membuat perusahaan-perusahaan kecil. Dan yang paling penting justru kita dorong adalah untuk menjadi tenaga kerja mandiri sehingga membuka lapangan pekerjaan,” pungkas Muhadjir.

Rektor UMM Dr Fauzan MPd dalam sambutannya menyatakan, pengakuan UMM sebagai kampus terbaik telah mendapat pengakuan dengan diperolehnya Anugerah Kampus Unggul (AKU) selama 12 kali berturut-turut dari LLDikti Wilayah VI Jawa Timur. Di tingkat nasional pun, UMM telah banyak mendapat gelar pemeringkatan sebagai kampus terbaik. Saat ini, terangnya, UMM tengah mencanangkan program sebagai universitas yang bukan hanya diperhitungkan secara nasional. Tetapi Rektor Fauzan juga menargetkan, Kampus Putih UMM menjadi perguruan tinggi yang juga bisa diperhitungkan di kancah Internasional. (Ade/AS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here