Menko PMK: Muhammadiyah Surabaya Telah Lakukan Terobosan dan Lompatan Besar

0
367
Menko PMK Prof Dr Muhadjir Effendy MAP saat menandatangani topping of pembangunan The Ahmad Dahlan Plaza. (Mul/KLIKMU.CO)

KLIKMU.CO – Saya senang sekali perkembangan Muhammadiyah dan amal usahanya. Sekolah-sekolah Muhammadiyah di Surabaya ini dinamis sekali.

Hal itu dituturkan Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Prof Dr Muhadjir Effendy MAP saat diundang untuk menyampaikan pidato amanat pada Topping Off pembangunan The Ahmad Dahlan Plaza (ADP) SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya (Mudipat) di lantai dasar ADP, Sabtu (14/11/2020).

Turut hadir dalam kesempatan istimewa itu Rektor Universitas Muhammadiyah Surabaya sekaligus Bendahara PWM Jatim Dr dr Sukadiono, Pimpinan Daerah Muhammadiyah Surabaya, Pimpinan Cabang Muhammadiyah Ngagel, Kepala Dinas Pendidikan Surabaya Dr Supomo, Polsek Gubeng, Koramil Gubeng, dan Kepala Mudipat M. Syaikhul Islam MHI. Acara tersebut diikuti keluarga besar Muhammadiyah Surabaya dan guru karyawan Mudipat, sebutan SD Muhammadiyah 4.

“Muhammadiyah Surabaya menurut saya telah melakukan terobosan dan lompatan-lompatan melampaui batas, telah mengembangkan dunia pendidikan dengan hebat,” ujar mantan rektor Universitas Muhammadiyah Malang itu.

Dia berharap Muhammadiyah Surabaya terus ber-fastabikhul khairat (berlomba-lomba dalam berbuat kebaikan). Membangun Muhammadiyah dengan niat yang tulus ikhlas.

“Pokoknya jangan takut risiko. Yang penting melakukan dengan niat yang tulus, bersih, dan ikhlas. Dan fokus bekerja keras, insya Allah berkah. Berkahnya bukan hanya untuk Muhammadiyah, tapi juga untuk mereka yang bekerja dengan ikhlas. Percaya dengan saya kalau bekerja dengan ikhlas, rezeki akan datang dengan sendirinya,” katanya.

Menko Muhadjir berharap orang Muhammadiyah jangan menanamkan kepentingan gelap atau mengambil untung pribadi dalam membangun Muhammadiyah. Menurutnya, sudah banyak orang (oknum) Muhammadiyah yang niatnya tidak tulus dalam membangun Muhammadiyah dan akhirnya tidak jadi apa-apa.

“Saya tidak perlu menyebutkan. Sudah banyak contohnya. Pokoknya jangan punya pikiran aneh-aneh (kalau membangun Muhammadiyah). (Misalnya) pengin bati (untung sendiri) dalam Muhammadiyah. Jangan. Yang tulus, yang ikhlas, inysaAllah berkah,” jelas ayah tiga anak itu lantas mengisahkan pengalamannya dalam memimpin UMM.

Dalam kesempatan itu pula, mantan Mendikbud itu juga mengimbau kepada sekolah Muhammadiyah agar bersemangat menjalankan pendidikan dan pembangunan manusia.

“Sekolah Muhammadiyah harus memperhatikan individualisasi siswa, keunggulan dan keunikan siswa. Kurangi betul-betul menggeneralisasi dan menghakimi anak. Anak yang sekarang nakal bisa jadi kelak jadi anak yang berhasil. Karena itu hargailah mereka,” pungkas suami Suryan Muhadjir itu. (Mul/AS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here