Mentor Pengkaderan Muhammadiyah itu Telah Pergi

0
161

KLIKMU.CO

Oleh: Nugraha Hadi Kusuma*

Kemarin hari yang menyedihkan bagi warga Muhammadiyah Jawa Timur terutama Angkatan Muda Muhammadiyahnya, dedengkot dan mentor perkaderan jawa timur dsipanggil Allah, nampak wajah wajah dengan mata berair menyelimuti padepokan Hizbul Wathon di desa Jetak Dau Kabupaten Malang. Wajar kesedihan tergambar dari petakziah yang datang, almqarhum Ahmad Jainuri yang bioasa dipanggil Cak Jen adalah ikon perkaderan yang unik yang mampu melintas batas usia di Malang raya maupun Jawa Timur. Cak Jen adalah gambaran muhammadiyah gaya Malangan, yang saya kategorikan dalam tiga hal yaitu,

Pertama Selalu Ada Ide Segar
Mengenal Cak Jen maka akan bertemu dengan ide ide segar yang luar biasa, ketika masih berada di PDM Kota Malang komunikasi enak dan transparan menjadi cirikhasnya, bahkan dalam waktu tiga tahun ini ada dua lembaga besar yang dibangun di UMM yaitu UKM Hizbul Wathon UMM dan Mahasiswa Siaga Bencana.

Kedua, Ceplas ceplos
Karakter ini ada di Cak Jen, tidak ada batas kalau berbicara dengan Cak Jaenuri ini berbagai dialog dan kajian di Padepokan HW Dau semua kelompok dan generasi berbicara lugas disertai canda tawa tentang berbagai hal apalagi bersama empat orang karib beliau yaitu Anwar Mansur, Ahdor, Mujahidin dan Rofiq Awali terkadang sampai lupa waktu dan penyakitnya.

Ketiga, Setia kawan dan setia pada kebaikan
Banyak curhat dan wadulan tentang berbagai tema, mulai kader yang cerai, kekurangan SPP, bagaimana DAD, pemateri pengajian, demo dan cari tumpangan gratis dicarikan solusi dengan gembira, tidak ada kawan yang tersakiti bahkan semua merasa nyaman berada didekatnya, malah yang sering Cak Jen berkorban bahkan sering gajinya habis untuk bantu teman bahkan bergantian berhutang untuk saling support, wah air mata ini jadi menetes lagi.

Keempat,Pribadi Teladan dan Solutif
Saya mengenal Cak Jen biarpun tidak terlalu akrab, tetapi beliau adalah menantu Ulama Flamboyan Muhammadiyah Malang, Alm KH. Abdullah Hasyim, sahabat Abah saya dalam membangun Muhammadiyah Malang Barat tahun 1964 -1971, kakak saya pertama Mbak Noer Aminatus Sya’diyah adalah teman di Nasyiatul Aisyiyah Mbak Ida ( Muhtadawati) yang juga Istri Cak Jen.

Tetapi saya akrab dengan kebaikan Cak Jen, berbagai peristiwa kita selalu berkolaborasi kecuali urusan politik, Cak Jen fanatik pada PAN sedangkan saya fanatik pada yang lain, itu yang bikin menarik karena ujung-ujungnya sama yaitu kebaikan ummat dan bangsa, biarpun beda cara dan strategi tetapi semua bisa dikomunikasikan dengan baik.

Jari ini bergerak terus sambil menahan air mata agar tidak tumpah, manakala disebut tentang cak Jen, yang tiap hari berdebat dengan jenaka di Group WA Politik persyarikatan dengan Pak Nurbani dan Cak Kasan.

Pada diri Cak Jen ini nampak tiga karakter yang digambarkan Prof Haidar Nasir yaitu Orang Pergerakan, Penggerak dakwah dan Memiliki Mindset Tajdid, siapapun hari ini merasa kehilangan orang tua, sahabat bahkan teman terbaik, selamat Jalan Cak Jen, masih kuingat kata-kata terakhirmu menirukan pesan Kyai Dahlan, “Aku Titipkan Muhammadiyah Kepadamu”, dan air mata membuncah tumpah tak sanggup lagi ku tahan,
Semoga almarhum, diampuni segala dosa-dosanya, diterima amal baiknya dan mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT serta bagi keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran, keikhlasan dan ketabahan.
Aamiin Yaa Robbal Alamiin

*Malang 11 Maret 2021, Wakil Ketua LPCR PWM Jatim

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here