Menuju Kampus Unggul Dunia, UMM Punya Program UMM-Outlook

0
134
Rektor UMM Dr Fauzan MPd saat memberikan pengarahan. (Ade/KLIKMU.CO)

KLIKMU.CO – Kampus Putih Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) punya program khusus untuk meningkatkan rekognisi internasional. Salah satunya dituangkan dalam Workshop Penyusunan Skema Pelaksanaan Kerjasama Tahun 2020-2024, Selasa (6/10). Menghadirkan para perwakilan Republik Indonesia di 6 negara, yaitu Kolombia, Kanada, Amerika, Jepang, Libanon, dan Prancis. Diundangnya para perwakilan RI tersebut bertujuan untuk menggali informasi dan peluang kerja sama yang mungkin dilakukan.

Wakil Rektor IV Bidang Bidang Kelembagaan, SDM, dan Kerjasama Dr Sidik Sunaryo SH MSi MHum dalam pengantarnya menerangkan, UMM memiliki program UMM-Outlook yang merupakan skema kerjasama UMM yang fokus pada pandangan dan harapan untuk menjadi universitas unggul di dunia (the world university). Program ini berisi pandangan UMM terhadap perkembangan global pendidikan tinggi yang menjadi dasar dalam memandang perkembangan global pendidikan tinggi di luar negeri.

“UMM-Outlook merupakan program yang berisi harapan untuk memperkuat kerjasama dan kolaborasi UMM dengan universitas dan lembaga lain di dalam dan di luar negeri. UMM-Outlook merupakan pintu dan jendela UMM untuk masuk dalam tata pergaulan dunia global sebagai salah satu wujud dari tagline ’UMM dari Muhammadiyah untuk Bangsa’,” kata Sidik. Dalam kegiatan konferensi daring yang diselenggarakan via Zoom, menghadirkan pimpinan Program Studi, Fakultas, dan Direktorat di lingkungan UMM.

Rektor UMM Dr Fauzan MPd menambahkan, UMM saat ini hendak menguatkan energi dalam pusaran dunia internasional. Inilah yang menjadi cita-cita UMM pada 2020-2024. Pertemuan kali ini dinilainya stategis. Ikhtiar ini tidak lain dalam rangka mendapat peluang dan informasi dari masing-masing perwakilan Indonesia di luar negeri seputar kerjasama yang mungkin dilakukan. Kehadiran para pimpinan UMM ini juga untuk membangun skema kerjasama yang lebih spesifik.

Tak hanya menghadirkan pembicara dari 6 perwakilan RI di luar negeri, pada pertemuan sesi pertama Workshop Penyusunan Skema Pelaksanaan Kerjasama ini juga dihadirkan perwakilan dunia industri di Jepang (diwakili PT OS Selnajaya Indonesia) serta di Indonesia (diwakili Asosiasi Pengusaha Indonesia, Apindo) untuk memberikan pandangan dan harapan skema kerjasama-kolaborasi antara UMM dan dunia usaha dunia industri (DUDI) di luar negeri dan di Indonesia.

Perwakilan yang hadir antara lain Duta Besar RI di Colombia Priyo Iswanto; Konjen KBRI di Los Angeles, Amerika Serikat, Saud Purwanto Krisnawan; Konjen KBRI di Toronto, Canada, Leonard F. Hutabarat; Duta Besar RI di Lebanon, Hajriyanto Y. Thohari; Atase Dikbud KBRI Tokyo, Jepang, Yusli Wardiatno; Duta Besar RI di Prancis Arrmanatha Christiawan Nasir. Sementara dari OSSelnajaya ada Mr Satoshi Miyajima dan dari Apindo ada Hariyadi B. Sukamdani.

Leonard Felix Hutabarat menyampaikan bahwa warga Indonesia berpeluang besar untuk bisa sekolah dan bekerja di wilayah kerjanya: Kanada. Terlebih, di negera subtropis ini terdapat kebijakan Post Graduation Work Permit (PGWP) Pemerintah Kanada bagi mahasiswa asing. ”Selain itu, nilai tambah yang bisa didapat mahasiswa Indonesia jika kuliah di Kanada ialah pengalaman bekerja di negara maju. Juga memperlancar penggunaan bahasa Inggris,” ujarnya. (Ade/AS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here