Menurut Hafiz Sekaligus Dokter Palestina, Inilah Lima Cara Menjaga Masjidil Aqsa dari Ancaman Zionis

0
1264
Syeikh Dr. Muhammed Balathoh berfoto bersama jamaah dan anak-anak musholla An Nur. (Sulthon/Klikmu.co)

KLIKMU.CO – Shalat Subuh di Musholla An Nur Jalan Putra Bangsa lll Blok C No 41-43 Medokan Ayu, Rungkut, Surabaya, berlangsung tidak seperti hari-hari biasa. Pagi itu jamaah kedatangan tamu Syeikh Dr Muhammed Balathoh, seorang hafiz yang juga berprofesi sebagai dokter dari Palestina. Dia giliran mengisi shalat Subuh di dalam safari Ramadhan, Ahad (19/5/2019).

Usai menjadi imam shalat, Syeikh Dr Muhammed Balathoh kemudian bertausiyah dalam bahasa Arab yang diterjemahkan oleh Saudara Aulia, mahasiswa Mesir.

Syeikh Dr Muhammed Balathoh mendoakan agar para jamaah sesuai harapan nama Musholla An Nur. “Semiga menjadi orang-orang yang diberi cahaya dalam hidup di dunia sampai menuju akhirat nanti,”katanya.

Syeikh Dr Muhammed Balathoh bercerita, ada lima cara bagaimana menjaga Masjidil Aqsa dari serangan Zionis Israel.
Pertama, kebutuhan manusia atas Alquran. Menurut dia, Allah telah menetapkan bahwa orang Yahudi akan selalu melakukan kerusakan.

“Caranya dengan memperbanyak majelis Alquran, membaca Alquran, menghidupkan majelis Alquran. Mengamalkan dan menjalankan serta menjauhkan larangannya itu salah satu membantu saudara kita di Palestina,” ujarnya.

Kedua, lanjut dia, memperbaiki dengan menjalankan perintah Allah. Jika mengamalkan dan menjauhi, maka Allah akan memberikan kemenangan.

Situasi terkini, Masjid Aqsa menghadapi serangan Zionis Israel, namun tidak menyurutkan warga tetap melantunkan dan menghafalkan Alquran.

“Ketiga, bagaimana menghidupkan mujahid-mujahid penghafal Alquran meskipun diberondong bom, Bapak/Ibu perlu bersyukur menyambut Ramadhan dengan nyaman dan aman, tapi berbeda ketika di Palestina,” katanya.

Keempat, dapat membantu dengan cara yang kita bisa, dengan berbuat berbagi berupa infak dan sedekah untuk membantu saudara kita yang berada di Palestina.

“Allah menegaskan jika kita mau berbagi dengan harta benda dan jiwa raga kita, maka Allah akan memberikan surganya,” terangnya.

Kelima, selalu banyak munajat kepada Allah. Dengan cara ini jamaah juga bisa membantu warga Palestina sehingga terbebas dari serangan Zionis Israel. Adapun doa yang munajat saat selepas azan, sujud, waktu asar dan magrib, dan sepuluh terakhir bulan Ramadhan.

Di akhir safari Ramadhan Syeikh Dr Muhammed Balathoh mengutip ungkapan Presiden Republik Indonesia Ir Soekarno. “Jika masyarakat Palestina masih terjajah, maka Indonesia belum merdeka,” tegasnya. (Sulthon/Achmadsan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here