Menyelamatkan Karamnya Pemuda Muhammadiyah

0
851

KLIKMU.CO – Keputusan Saudara Dr. Dahnil Azhar Simanjuntak, ME. Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah yang bergabung ditim sukses Pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden Nomor urut 2 Prabowo Subianto- Sandiaga Shalahudin Uno dengan memilih untuk berhenti dari Pegawai Negeri Sipil (PNS) patut diapresiasi dan dapat jadi teladan bagi yang lain.

“Pilihan menjadi tim sukses pasangan capres-cawapres merupakan hak politik warga negara dan dilindungi oleh Undang-undang dan harus dihormati. Begitu pula pilihan politik saudara Dahnil Azhar menjadi tim sukses merupakan hak politik beliau secara pribadi,” kata Koordinator Nasional Gerakan Selamatkan Pemuda Muhammadiyah (GSPM), Sholikhul Huda, M.Fil.I dalam Kajian Kebon Jambu Jombang Jawa Timur, Sabtu (22/9) lalu.

Bagi Sholikh, Pemuda Muhammadiyah merupakan tenda besar bagi semua kader yang harus dijaga netralitasnya. Tidak boleh Pemuda Muhammadiyah diseret ke ranah politik praktis, apalagi saudara Dahnil yang masih menyandang Ketum, maka harus proporsional dalam pilihan tersebut.

Bagi Sholikh, Pemuda Muhammadiyah sebuah organisasi besar yang beragam kepentingan politik aktivisnya. Karena itu, tidak boleh saudara Dahnil menggunakan kepentingan pemuda yang dibalut sebagai gerakan politik praktis.

“Saya menghargai keputusan saudara Dahnil, tapi saya minta tidak boleh menggunakan pranata baik material maupun immaterial pemuda Muhammadiyah sebagai tunggangan politik pribadi,” kata Sholikh yang juga sebagai Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Jawa Timur.

Semntara itu, Abdus Salam Ketua Bidang Politik Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Jawa menambahkan, bahwa Pemuda Muhammadiyah merupakan rumah untuk semua golongan politik, jadi keterlibatan saudara Dahnil mendukung tim Prabowo Sandi merupakan pilihan pribadi.

Dengan begitu, lanjut Salam perahu besar yang bernama Pemuda Muhammadiyah tidak pecah dengan kepentingan pribadi seseorang.

Hal senada juga disampaikan Dr. Abdul Mu’thi, M.Ed. Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah melalui laman instagram TvMu. Mu’thi juga mantan Ketua Umum PPPM ini menjelaskan Muhammadiyah tidak menghalangi kebebasan anggotanya untuk berkiprah dalam politik sebagai hak politik warga negara.

Mu’thi juga mengingatkan bahwa setiap warga Muhammadiyah yang aktif sebagai tim sukses Capres dan Cawapres hendaknya senantiasa mematuhi dan pedoman peraturan yang berlaku.

“Kader Muhammadiyah hendaknya tidak menggunakan Muhammadiyah sebagai kendaraan politik,” ujar mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah itu.

Lebih lanjut, imbuh Mu’thi kader Muhammadiyah yang menjadi tim Suksss hendaknya bisa menjadi teladan dalam berpolitik dengan menjaga kesantunan, keadaban serta mengutamakan kepentingan ummat dan bangsa di atas kepentingan partai. (Abd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here