Metaformosis Kupu-kupu

0
282
Foto diambil dari Hipwee.com

KLIKMU.CO

Oleh: M. Wasyib Tirtanang, SH*

Didalam Al Qur’an Allah menciptakan ayat Qouniyah dan ayat Qouliyah. Beberapa contoh ayat qouniyah sangat banyak sekali diantaranya seperti halnya misalnya hewan berpuasa dan kita bisa mengambil contohnya.

Ayam berusaha untuk puasa sehingga berhasil melahirkan anak keturunan. Ayam harus berpuasa selama 21 hari untuk menetaskan telur. Ayam berpuasa selama 24 jam selama 21 hari, ayam yang tidak berhasil berpuasa telur akan gagal untuk diengrami. Dan telur akan kopyor. Telur yang diengrami harus setabil suhunya

Keong Sawah berpuasa dengan cara menenggelamkan diri kedalam tanah tidak makan dan tidak minum demi meneruskan generasi selanjutnya.

Ular dalam mempertahankan hidupnya dengan cara berpuasa untuk merubah penampilan, dengan puasa selama 40 hari tidak makan dan tidak minum, ular yang berbisa makannya bertahan lama. Antara jarak lebih dari 7 hari. Ular berpuasa tidak boleh bergerak. Dan tidak boleh diganggu. Apabila hal ini dilakukan maka puasa yang dilakukan ular berhasil dan sukses

Dengan bersungguh-sungguh dalam puasa akan mendapat keberhasilan. Kupu-kupu berpuasa menjadi kepompong dan akan menjadi kupu-kupu nan indah. Hal ini kalau tidak diganggu oleh siapapun puasa kupu-kupu akan berhasil. Kupu-kupu berpuasa selama 14 hari. Perubahan ini dalam puasa berubah menjadi nama. Yang semula menjadi ulat akan menjadi kepompong, dan kepompong akan berubah menjadi kupu-kupu. Kepompong yang akan menetas sudah akan disediakan oleh Allah. Disediakan makanan yaitu didalam kepompong. Selama menjadi ulat makannya tidak pernah berhenti, ulat berkarakter bersifat merusak, dan ulat dikatagorikan sebagai hewan yang menjijikkan. Ulat berpuasa selama 14 hari. Nama, makanan, semua berubah ketika ulat menjadi kupu-kupu. Proses perkawinan antara bunga dengan bunga lain itu adalah bantuan dari kupu-kupu. Dan tidak kalah pentingnya adalah ulat berubah menjadi kebaikan. Melalui metamorfosis. Ulat yang dulunya menjijikkan menjadi kupu-kupu yang sangat indah.

Agar tetap berhasil dalam puasa yang kita jalani. Dan kita berusaha semaksimal mungkin dalam berpuasa dengan berpuasa seperti ulat. Dan jangan berpuasa seperti ular yang hanya mengganti bajunya saja. Berpuasa seperti ulat yang dahulanya berperilaku jelek berubah menjadi baik.

*Penulis adalah Wakil Ketua Pemuda Muhammadiyah Cabang Kenjeran dan Guru di SD Muhammadiyah 10 Surabaya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here