Metode Sinkron vs Asinkron Kelas Daring

0
226
Ilustrasi Sevima.com

Oleh: Elif Afrida SPd

KLIKMU.CO

Pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau daring yang dilaksanakan pada Maret 2020, mengacu pada surat edaran Kemendikbud No.40 tahun 2020, tentang pelaksanaan kebijakan Pendidikan dalam masa darurat penyebaran virus covid-19, sehingga proses pembelajaran dilakukan dari rumah secara daring pada satuan pendidikan dengan menggunakan berbagai sumber belajar melalui teknologi kumunikasi, informasi, dan media yang mendukung.

Tantangan saat pandemi adalah kesulitan siswa untuk bergabung dalam proses kegiatan belajar mengajar terutama jika menggunakan media seperti Google Meet, Zoom Meet dalam proses kegiatan belajar mengajar. Pembelajaran jarak jauh atau daring yang dilakukan guru lewat media komunikasi online baik melalui sistem komunikasi sinkron ataupun asinkron tidak semua bisa diterima oleh siswa dengan baik.

Pembelajaran dengan metode sinkron adalah metode komunikasi pembelajaran daring yang dilakukan secara langsung dan interatif antara guru dan siswa pada saat kegiatan belajar mengajar dilaksanakan. Interatif dan tatap muka pada metode komunikasi pembelajaran daring ini dilakukan secara bersamaan antara guru dan siswa di waktu yang sama, yaitu melalui online dengan Google Meet, dan Zoom Meet. Pada proses pembelajaran daring ini, kehadiran guru dan siswa secara bersamaan sangat diharapkan. Sehingga, dengan adanya komunikasi real time dan pendampingan dari guru secara langsung melalui online, maka komunikasi saat kegiatan belajar mengajar antara guru dan siswa akan berjalan dengan lancar.

Selain metode komunikasi pembelajaran daring di atas, pada masa pandemi seperti sekarang ini, tidak sedikit dari guru juga menerapkan metode komunikasi lain yaitu komunikasi asinkron dalam kegiatan belajar mengajar. Metode komunikasi Asinkron merupakan komunikasi pembelajaran secara tidak langsung, atau tidak serempak yaitu melalui media perantara. Dalam kegiatan belajar mengajar ini guru dan siswa tidak melakukan interaksi secara langsung, tetapi metode komunikasi pembelajarannya yaitu dengan cara guru memberikan materi yang bisa dijadikan referensi siswa baik berupa video pembelajaran, file PDF, dan PPT, maupun modul pembelajaran.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Andi Sulistio (2021), Tujuan penulisan Best Practice ini adalah untuk mengetahui peningkatan prestasi belajar Bahasa Inggris di MAN 4 Kediri selama musim pandemi yang menggunakan pembelajaran sistem daring (dalam jaringan). Penerapan asinkron dengan menggunakan e-learning, grup WA dan sinkron dengan menggunakan google meet dan video conference mampu meningkatkan prestasi belajar bahasa Inggris.

Dari hasil penelitian diperoleh hasil peningkatan aktivitas peserta didik dari 38% pada minggu ke-1 bulan Oktober menjadi 95% pada minggu ke-4 bulan November. Peningkatan ini berbanding lurus dengan hasil ulangan harian 1 dengan rata-rata 76,7 menjadi 87,6 pada ulangan harian 2 dengan ketuntasan mencapai 95%. Dengan demikian dapat dikemukakan bahwa kombinasi pembelajaran daring dengan sinkron dan asinkon mampu meningkatkan prestasi belajar Bahasa Inggris peserta didik.

Pembelajaran jarak jauh atau daring yang dilakukan oleh guru melalui metode komunikasi sinkron maupun asinkron, seperti video, Whatsapp, Google Meet, Zoom Meet, dan jenis lainnya, merupakan suatu pilihan dari beberapa metode pembelajaran daring yang bisa diterapkan oleh guru dalam kegiatan belajar mengajar di kelas. Hal ini bertujuan agar proses kegiatan belajar mengajar berhasil dengan maksimal.

Penerapan kedua metode komunikasi di atas sangat cocok digunakan selama pembelajaran jarak jauh atau daring.  Akan tetapi, Sebagai seorang guru yang profesional dalam menerapkan sebuah metode pembelajaran di kelas, guru harus mampu menyeimbangkan atau menyesuaikan dengan kebutuhan siswa dan keadaan kelas.

Berbeda dengan survei yang penulis lakukan di SMA MUHAMMADIYAH 3 Surabaya, hampir 65% siswa dapat digambarkan bahwa pembelajaran jarak jauh belum efektif baik melalui metode komunikasi sinkron maupun asinkron. Permasalahan metode komunikasi pada pembelajaran jarak jauh di antaranya adalah akses jaringan internet yang kurang memadai yang berakibat siswa kesusahan untuk menerima atau menangkap informasi yang disampaikan. Selain itu, mahalnya biaya kuota, kurang penguasaan iptek sehingga kelas kurang kondusif yang secara tidak langsung hal itu berdampak terhadap menurunnya motivasi belajar siswa saat KBM berlangsung.

Berdasarkan gambaran permasalahan atau beberapa kendala siswa di atas, maka guru perlu melakukan evaluasi sistem atau metode pembelajaran jarak jauh yang selama ini dilaksanakan. Pada pelaksanaan pembelajaran jarak jauh, siswa membutuhkan perhatian khusus terutama sarana dan prasarana yang digunakan. Oleh karen itu, guru harus bisa menciptakan sistem pembelajaran seimbang dari segi waktu, materi, tugas, dan kondisi fisik maupun mental sehingga siswa bisa mendapatkan sesuai dengan yang mereka butuhkan. (*)

* Guru Bahasa Indonesia SMA Muhammadiyah 3 Surabaya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here