MI Muhammadiyah 10 Rejosopinggir Ingin Jadi Pabrik Guru Al-Qur’an

0
343
Ustadz Iwan ketika microteaching. (Zuly Ahsan/Klikmu.co)

KLIKMU.CO – Madrasah Penghafal Al-Qur’an MI Muhammadiyah 10 Rejosopinggir bekerja sama dengan Umda Jombang dan Ummi Foundation Surabaya menggelar acara Sertifikasi Guru Al-Qur’an Metode Ummi. Acara berlangsung selama tiga hari (19-21/3/2021) di MI Muhammadiyah 10 Rejosopinggir.

Hadir sebagai trainer dari Ummi Foundation Surabaya Ustadz Syamsul Hadi MPdI dan dari Umda (Ummi Daerah) Jombang Ustadz Fauqi Alie SPd. Turut hadir Principal MI Muhammadiyah 10 Annas Fauzi SPdI  dan 24 peserta  guru Al-Qur’an, ibu rumah tangga, dan mahasiswa dari berbagai lembaga dan pribadi.

“Harapan saya, dengan sertifikasi ini, MI Muhammadiyah 10 bisa menjadi pabrik guru Al-Qur’an terbesar di Tembelang. Sehingga lahirlah guru-guru terbaik Al-Qur’an dari MI Muhammadiyah 10. Karena tujuan dari kegiatan sertifikasi guru Al-Qur’an metode ummi  itu sendiri adalah untuk persiapan menjadi guru Al-Qur’an di unit pendidikan nantinya,” papar Annas Fauzi.

Pada hari pertama pelatihan yang dipandu Ustadz Hadi dan Ustadz Fauqi mengambil materi dinamika pelatihan. Kemudian visi misi metode ummi, istirahat, dan lanjut metodologi jilid 1-3 lalu microteaching. Cairlah suasana ketika ada salah satu teman yang maju untuk microteaching.

Hari kedua masih dilanjutkan dengan materi metodologi jilid 4-6 dan microteaching. Kemudian metodelogi tadarus , ghorib, dan tajwid lalu microteaching lagi.

Hari ke tiga materi manajemen admin pembelajaran Al-Qur’an, class room menagement microteaching 1 dan 2, kemudian penutupan.

Dalam acara penutupan, Ustadz Hadi mengatakan bahwa sebenarnya setiap kali ada acara sertifikasi, Ustadz Masruri (Direktur Ummi Foundation) selalu menyempatkan diri untuk datang.

“Akan tetapi, karena kondisi yang tidak memungkinkan, akan saya wakili dapat. Pesan beliau kepada guru Al-Qur’an yang telah menyelesaikan sertifikasinya selama tiga hari. Yakni, beberapa kunci sukses keberhasilan mengajar bagi guru,” ujarnya.

Pertama, tulus ikhlas karena Allah SWT dan selalu memohon bantuan-Nya. Kedua, ditentukan oleh seorang guru bagaimana cara menguasai situasi kelas. Ketiga, ciptakan situasi yang sungguh-sungguh namun santai. Keempat, usahakan agara siswa senang dan bergembira dalam belajar dan jangan sampai anak merasa tertekan.

“Kelima, di antara guru dan siswa ada sambung rasa. Keenam, guru harus menanamkan sikap bijaksana dan penuh kewibawaan serta akhlak yang mulia. Ketujuh, berilah motivasi kepada murid yang berprestasi maupun siswa yang belum berprestasi. Terakhir, tidak boleh keras. Berbuatlah sesuatu yang mendukung siswa semangat belajar,” paparnya.

Tak lupa kesan dan pesan peserta selama mengikuti  sertifikasi Guru Al-Qur’an Metode Ummi di Mi Muhammadiyah 10.

“Kami ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada MI Muhammadiyah 10 yang telah bekerja sama dengan Umda Jombang dan Ummi Foundation Surabaya untuk menyelenggarkan sertifikasi. Banyak ilmu yang kami dapatkan di sini. Terima kasih kepada para trainer yang telah sabar dan maksimal dalam membimbing kami dan para panitia yang selalu memberi sambutan hangat kepada kami. Kami harap di MIM 10 akan ada sertifikasi setiap tahun nya,” ucap Ustadz Yusuf, peserta sertifikasi dari PP Al Izza Sumobito. (Zuly Ahsan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here