Milad Ke-25 PCM Wiyung, Ingat Perjuangan Sesepuh dan Kisah Pemekaran Wilayah

0
166
Suasana milad ke-25 PCM Wiyung yang dihadiri sesepuh, ketua PCM Wiyung, dan Pj ketua PDM Kota Surabaya. (Den Peyi/Klikmu.co)

KLIKMU.CO – Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Wiyung menyelenggarakan acara resepsi milad ke-25 pada Sabtu kemarin (18/11/2021). Ini merupakan momentum yang penuh goresan sejarah tersendiri bagi PCM Wiyung.

Sebab, 25 tahun yang lalu, tepatnya 18 September 1996, PCM Wiyung berdiri sendiri mengikuti pemekaran wilayah sesuai dengan peraturan tata kota Pemerintah Kota Surabaya. Sebelumnya bergabung dengan PCM Karangpilang.

Momen milad ini dihadiri oleh sesepuh dan tokoh Muhammadiyah Wiyung Abah M. Baer, Pj Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Surabaya Kiai Haji Drs Saifuddin Zaini MPd, dan Ketua PCM Wiyung Drs Ranu Wasisto MPd.

Dalam sambutannya, Ketua PCM Wiyung Drs Ranu Wasisto menyampaikan, perjuangan luar biasa dari para pendahulu patut untuk diapresiasi. Sebab, mereka berjuang dengan penuh semangat.

“Sekarang kita tinggal menikmati dan melanjutkan lebih baik lagi,” ujarnya penuh semangat

Sementara itu, Kiai Saifuddin Zaini menambahkan, perjuangan para pejuang Muhammadiyah Karangpilang waktu itu sungguh sangat berat dan penuh tantangan. Semua pimpinan turun bahu-membahu agar Muhammadiyah waktu itu tetap bisa eksis.

“Ada Abah Yazid almarhum dan Abah Baer saling mem-back up satu sama lain dan ini adalah kekuatan yang besar waktu itu,” tegasnya.

Dia menambahkan, dakwah Muhammadiyah itu harus tetap dilakukan sesuai dengan zamannya. Tidak boleh kendur. Para pendahulu telah menancapkan fondasinya. Maka, tugas kita melanjutkan agar lebih baik.

“Untuk itu, saya berpesan bahwa berdakwah saat ini harus dilakukan secara kreatif. Terlebih, semuanya selalu diviralkan melalui media sosial. Warga Muhammadiyah harus cerdas dan cermat dalam berdakwah di era digitalisasi saat ini,” pintanya.

“Bermuhammadiyah itu harus sregep ngaji dan menghidupkan pengajian. Kalau ngaku orang Muhammadiyah tapi tidak mau menyelenggarakan dan mengadakan pengajian, itu sama saja dengan mematikan Muhammadiyah. Terakhir, saya mendoakan semoga di usianya yang ke-25 tahun ini PCM Wiyung semakin terdepan dan penuh manfaat,” pungkasnya. (Den Peyi/AS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here