Milad Ke-89 NA: Peluang dan Tantangan

0
220

KLIKMU.CO

Oleh: Pita Anjarsari *)

Selamat milad Nasyiatul Aisyiyah yang ke 89th. Usia yang tiak lagi muda untuk organisasi otonom Muhammadiyah yang beranggotakan perempuan muda. Tema yang di usung pada milad kali ini adalah “perempuan bergerak menguatkan bangsa”. Tema yang saya pahami bahwa kader NA harus mampu mengambil peluang dan menjawab tantangan untuk membangun bangsa yang kuat.

Organisasi wanita yang lahir sebelum Indonesia merdeka (16 Mei 1931) ini concern pada gerakan putri Islam yang di bidang keagamaan, kemasyarakatan dan keputrian.
Di tahun 2020 ini, sebagaimana judul yang saya pilih dalam tulisan ini, NA (singkatan dari Nasyiatul Aisyiyah) harus mampu membaca dan mengambil peluang yang ada serta dapat menjawab tantangan perkembangan zaman.

Tema klasik memang, namun hal ini masih sangat relevan sekali untuk perkembangan organisasi NA maupun perkembangan SDM dari kader NA itu sendiri. Setidaknya untuk menjawab tantangan dan mengambil peluang, NA mencanangkan cita-cita Sebagaimana dikutip dalam muhammadiyah.or.id setidaknya ada tiga pokok pikiran.

Pertama, Kualifikasi kader bangsa dan kader umat yang berpikir terbuka, memiliki etos kerja yang tinggi, istiqomah, dan komitmen yang tinggi terhadap perjuangan dan dakwah Islam amar makruf nahi munkar. Untuk dapat berfikir terbuka kader NA, sebut saja perempuan muda, harus memiliki wawasan yang luas data yang akurat sehingga dapat menilai dan menyelesaikan suatu permasalahan dari berbagai sudut pandang.

Berwawasan luas tidak hanya dibatasi pada kader NA yang hanya berprofesi sebagai tenaga pendidik atau yang bekerja di kantoran saja. Banyak sekarang kita jumpai ibu rumah tangga yang menyempatkan dirinya untuk belajar dari manapun, apalagi sekarang informasi sudah sangat cepat dan mudah kita dapatkan.

Kuncinya satu, jangan malas untuk membaca. Selanjutnya profesi apapun dari kader NA dalam menjalankannya dengan sikap yang muncul atas kehendak dan kesadaran sendiri yang didasari oleh sistem orientasi nilai budaya terhadap pekerjaan tersebut. Dengan muara akhir dari pengembangan wawasan dan pelaskanaan pekerjaan atau amanah adalah untuk dakwah amar makruf nahi munkar tentunya.

Kedua, Organisasi Nasyiah menjadi organisasi yang profesional, berkembang secara kuantitas sesuai dengan pengembangan dan pemekaran wilayah Indonesia serta memiliki pengaruh terhadadunia nasional maupun internasional. Cita-cita kedua ini masih sangat berkorelasai dengan yang pertama.

Artinya jika kader NA memiliki kualitas keilmuan yang mumpuni, kualitas sumber daya manusia yang unggul dari segi ilmu atau wawasan dan keterampilan serta memiliki etos kerja yang tinggi sudah pasti akan dapat membawa NA berkembang baik di negara sendiri maupun di kancah internasional.

Ketiga, Berbagai sumber pembelajaran untuk keluarga (family learning centre), antara lain berupa lembaga yang memberikan perlindungan dan pendampingan terhadap permasalahan anak dan perempuan.

Nah hal ketiga ini yang menarik bagi saya, yang membuat saya jatuh cinta dengan NA. Bagaimana tidak, bukan berlebihan kiprah NA untuk penanganan dan pendampingan permaslaahan perempuan dan anak bukan siapan jempol belaka.

NA dalam menangani kasus kekerasan perempuan dan anak melakukan upaya pencegahan atau preventif, upaya pengaduan atau pelaporan, upaya pemberdayaan dan upaya berjejaring.

Contoh upaya preventif seperti sosialisasi undang-undang perlindungan perempuan dan anak serta membentuk gerakan pentingnya menghargai dan menghormati hak manusia untuk disayangi dan dicintai.

Dalam republika.co.id ketua umum PPNA, Diyah Puspitarini menyampaikan internasionalisasi ini dilakukan tidak hanya kepada perempuan Indonesia yang ada di luar negeri. Namun juga kepada perempuan asli di negara tersebut.

Internasionalisasi ini telah dilakukan di tiga negara yakni Malaysia, Yordania, dan Taiwan. Pemberdayaan terhadap perempuan ini di antaranya dilakukan de­ngan memberikan edukasi dan pelatihan terkait permasalahan kesehatan, pendidikan, ekonomi, dan sosial.
Untuk Malaysia, edukasi telah dijalankan terhadap warga asli Malaysia itu sendiri.

Sementara, di Yordania dan Taiwan, dilakukan terhadap mahasiswa Indonesia yang menempuh pendidikan di daerah tersebut.
Hal di atas masih dari beberapa sisi tantangan dan peluang yang telah diambil oleh NA, maka kedepan NA harus mampu mengambil peluang dan menjawab tantangan global diantaranya demografi, keberlanjutan dan kelangkaan SDA, ketimpangan ekonomi, keamanan pangan dan pertanian, bencana dan konflik, dan masalah sosial.

Sebagai kader NA harus berusaha maksimal dalam mewujudkan tiga cita-cita yang telah dicanangkan di atas untuk mengambil peran dan menjawab tantangan global tersebut.

Selamat Milad Nasyiatul Aisyiyah yang ke-89, semakin berilmu semakin tunduk kepada hukum agama dan menjauhkan diri dari sifat takabur. Patah tumbuh hilang berganti, NA siap menjadi pelopor, pelangsung dan penyempurna perjuangan Muhammadiyah.

*) Komisioner KPU Kota Madiun

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here