Misi PC IMM Kota Surabaya 2020: Membumikan Gerakan Profetik

0
244
Sertijab ketua umum periode 2019 (kiri) ke ketua umum periode 2020 (kanan). (Klikmu.co)

 

KLIKMU.CO – “Yang patah tumbuh, yang hilang berganti,” ucap Immawan Firdaus, ketua umum periode 2019. Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Kota Surabaya Periode 2020 menyelenggarakan pelantikan di Gedung At Tauhid Universitas Muhammadiyah Surabaya (Sabtu/15/02/20).

Dalam sambutannya, Devi Kurniawan sang ketua umum periode 2020 menjelaskan bahwa misi yang dibawa Pimpinan Daerah Muhammadiyah Surabaya tahun ini adalah kebangkitan Angkatan Muda Muhammadiyah yang biasa disingkat AMM.

Mencoba mengolaborasi misi Muhammadiyah, kondisi IMM Surabaya, dan hasil sidang komisi, tercetuslah arah gerak IMM periode 2020, yaitu membumikan gerakan profetik menuju IMM Kota Surabaya berkeadaban.

“Landasan profetik ada tiga, yaitu humanisasi, liberasi, dan transendensi. Humanitas yaitu bagaimana kita sebagai kader ikatan bisa memanusiakan manusia dan bisa memberdayakan masyarakat sekitar. Liberasi adalah mengeluarkan seseorang dari kebelengguan atau ketidaktauan. Transendensi yaitu semuanya kembali kepada Tuhan sebagai dasar bahwa kita beragama islam. Yang nantinya tercipta IMM Surabaya yang berkeadaban,” sambung Immawan Devi saat sambutan.

Devi menyatakan, IMM Kota Surabaya saat ini sudah memiliki banyak kampung binaan. “Banyak Lembaga Semi Otonom (LSO) ikatan yang mana LSO tersebut sebagai laboratorium bagi kader-kader ikatan untuk mengaktualisasi keilmuan sesuai dengan bidang yang diminati,” lanjutnya.

Segala gerakan yang dibuat oleh IMM, kata Devi, berlandaskan Al-Qur’an dan As-sunnah seperti yang dilakukan oleh KH Ahmad Dahlan yang mampu membuat gerakan yang penuh nilai dari menafsirkan tiga ayat dari surah Al-Maun.

Muhammad Firdaus Su’udi selaku ketua umum periode 2019 sebelumnya menyampaikan pesan kepada personel untuk memasifkan Lembaga Semi Otonom (LSO) yang telah ada agar bergerak lebih membumi dan senantiasa mencari keberkahan.

“Profetik ialah menghadirkan ikhtiar-ikhtiar nabi yang membawa risalah sehingga risalah tersebut dijadikan pedoman hidup seorang muslim. Gerakan Muhammadiyah adalah kemampuan untuk mengabsobsi keilmuan-keilmuan yang lahiriah, kemudian diadopsi dalam gerakan keislaman Muhammadiyah yang dilakukan oleh KH Ahmad Dahlan,” terang Dr Sufyanto saat menyampaikan materi, di kesempatan lain (Nur Anisah Tanassatha/Achmad San)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here