Moderasi Beragama Generasi Milenial Harus Perkuat Kebhinekaan, Maksudnya?

0
269
Foto kegiatan diambil dari dokumen panitia
http://klikmu.co/wp-content/uploads/2018/01/iklan720.jpg

KLIKMU.CO- Jakarta. Al-Wasat Institute bekerjasama dengan Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama menyelanggarakan Diskusi Publik Milenial dengan tema Bicara Moderasi Beragama pada Kamis (5/12) di Bakoel Koffie Jakarta . Hadir dalam acara tersebut Kepala Badan Litbang dan Diklat Kemanag RI, Abdurahman Mas’ud yang memberikan pengantar sekaligus membuka acara tersebut. Sedangkan Narasumber yaitu Muhammad Adlin Sila (Peneliti Puslitbang Kemenag), Faozan Amar (Direktur Al-Wasat Institute), dan Hafizh Syafaaturrahman (Ketua Umum PP Ikatan Pelajar Muhammadiyah) dengan moderator Fahmi Syahirul Alim.

Dalam sambutanya, Abdurahman Mas’ud merasa senang dengan konsep acara diskusi di cafe. “Sangat cocok membicarakan Moderasi Beragama bersama Generasi Milenial dengan suasana kedai kopi seperti ini” ujarnya.

Rahman menambahkan, masih banyak yang menganggap​ bahwa Radikalisme dan Intoleransi itu tidak ada di tengah-tengah masyarakat. “Banyak yang tidak mengakui. Padahal semua agama ada (intoleran dan radikalisme), riset-riset banyak bicara hal itu, itu namanya deny the truth”

Sedangkan Adlin Sila mengatakan walaupun jumlah kelompok intoleran sedikit, tapi tetap menjadi ancaman bangsa ini. “Sebab small is beautiful, oleh karenanya Moderasi Beragama harus terus digalakkan” ujar Adlin.

Menurut Hafiz, Generasi Milenial punya peran besar dalam menyuarakan Moderasi Beragama. Sebab punya dua modal besar yaitu nalar kritis dan inisiatif bergerak mandiri”, ujar Hafiz.

Sedangkan menurut Faozan Amar, “Moderasi Beragama sangat urgen untuk terus disosialisikan di tengah-tengah masyarakat yang majemuk. “Karena Moderasi Beragama sama dengan merawat kebinekaan” ujar Faozan. Agar Moderasi Beragama berjalan dengan baik, perlu keteladanan pada elit dalam memahami dan mengamalkan ajaran agamanya” kata Faozan menambahkan.

Kegiatan Diskusi Publik ini diakhiri dengan pembagian buku Moderasi Beragama yang diterbitkan oleh Balitbang dan Diklat Kemenag RI kepada penanya dan narasumber (FSH).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here