Momen Muktamar, IPM Sekolahnya Para Pemimpin Latihan Bikin Proposal Ideal

0
197
Para anggota PR IPM selesai mengikuti pelatihan membuat proposal. (Rukhan/Klikmu.co)

KLIKMU.CO – Bersamaan dengan momen Muktamar XXII Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) di Universitas Muhammadiyah Purwokerto, Sekolahnya Para Pemimpin SMP Muhammadiyah 7 Surabaya juga menggelar acara bagi anak didiknya. Acara kali ini bernama pelatihan skill organisasi dengan tema “Bagaimana Cara Mengenal dan Mendesain Proposal Kegiatan” yang berlangsung Kamis (25/3/2021).

Kegiatan ini diinisasi oleh Kaur Kesiswaan Ustadz Muhammad Rukhan Asrori SS, yang didukung penuh oleh Kepala SMP Muhammadiyah 7 Ustadz Imam Sapari SHI MPdI.

Ustadz Imam Sapari menjelaskan, bersamaan dengan peringatan Muktamar XXII IPM ini, para peserta didik yang menjadi anggota Pimpinan Ranting IPM SMP Muhammadiyah 7 diminta selalu upgrade diri setiap saat. “Slogan yang dibawa acara Muktamar XXII IPM tersebut sangat cocok dengan prinsip kerja PR IPM SMP Muhammadiyah 7 untuk terus menjadi garda terdepan Sekolahnya Para Pemimpin di masa pandemi,” paparnya.

Ketua Umum PR IPM SMP Muhammadiyah 7 Fatmawati menjadi pioner yang mengajak rekan-rekan mengikuti pelatihan ini. Sementara itu, Ustadz Rukhan yang bertindak sebagai pembina terjun langsung melatih mereka dalam tahap pengamatan, melihat contoh-contoh proposal agar langsung dilihat secara saksama.

Ia menjelaskan ciri-ciri proposal yang ideal dan apa peran penting proposal dalam dunia pendidikan maupun pekerjaan di masa depan.”Jika seorang peserta didik mampu membuat proposal dengan baik, dia bisa membuat sebuah penelitian sebuah proyek, kerja sama dengan pihak sponsor, maupun bisa melatih mereka dalam pembiasaan berbicara atau presentasi di masa dewasa nanti,” paparnya.

Setelah mendengarkan penjelasan bagian-bagian proposal tersebut, anggota IPM SMP Muhammadiyah 7 diberi tugas untuk dikerjakan dari rumah masing-masing. Tujuannya, memberikan sebuah tes atau ujian bagi seluruh anak IPM untuk belajar mandiri dan mencoba menciptakan produk proposal sendiri tanpa bantuan dari pembinanya.

“Tugas diberikan selama satu minggu dengan tujuan mendapatkan proposal yang bagus dan ideal serta layak untuk dijadikan contoh nantinya,” kata Ustadz Ruhan.

Dia menjelaskan, kegiatan seperti ini akan terus dilanjutkan dan akan dipantau oleh pembina agar mereka menjadi terbiasa sebagai seorang yang telah masuk dalam dunia organisasi. Dia menambahkan, nanti juga ada pelatihan public speaking, cara memimpin rapat dinas, maupun lainnya.

“Semoga terus menjadi salah satu sekolah dengan organisasi pelajarnya yang bisa menjadi suri tauladan bagi sekolah-sekolah lain ke depannya,” tandasnya. (Rukhan/AS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here