Mudahkan Masyarakat Pahami Hukum, Dosen UMM Ciptakan Aplikasi Maduhukum

0
127
Nur Putri Hidayah menunjukkan aplikasi Maduhukum bikinan timnya. (Wildan/Klikmu.co)

KLIKMU.CO – Masih banyak masyarakat yang tersandung kasus hukum akibat kurangnya literasi mengenai hukum. Melihat persoalan tersebut, tim dosen Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menciptakan aplikasi bernama Maduhukum, akronim dari Masyarakat Peduli Hukum.

Tim ini terdiri atas Nur Putri Hidayah SH MH dan Galih W. Wicaksono SKom MCs serta satu programmer profesional, Muhammad Andi Al-rizki SKom.

Saat diwawancarai, Putri mengatakan bahwa aplikasi ini diciptakan sebagai sarana memperluas literasi masyarakat mengenai hukum. Melalui fitur-fitur yang ditawarkan, aplikasi ini dapat memberikan pengetahuan secara cepat dan akurat. Aplikasi ini juga sebagai sarana advokasi berbasis digital.

“Data dalam aplikasi ini telah terjamin akurat karena berasal dari undang-undang, artikel ilmiah, serta putusan-putusan hakim. Selain itu, aplikasi ini menghubungkan masyarakat kepada para pakar hukum sehingga masyarakat dapat berkonsultasi terkait permasalahan yang dialami,” kata dosen Fakultas Hukum (FH) UMM tersebut.

Putri menjelaskan lebih jauh mengenai cara penggunaan aplikasi Maduhukum ini. Pertama, masyarakat harus mendaftarkan diri terlebih dahulu. Selanjutnya, mengikuti atau membuat kelompok dalam aplikasi Maduhukum. Setelah itu, mereka bisa mengakses informasi yang telah disediakan maupun berkonsultasi kepada pakar hukum di dalam kelompok tersebut.

Aplikasi Masyarakat Peduli Hukum (Maduhukum). (Wildan/Klikmu.co)

“Seperti yang kita tahu, adat istiadat di Indonesia sangat beraneka ragam. Oleh karena itu, pembagian masyarakat dalam kelompok-kelompok tertentu akan membuat informasi yang diberikan tepat sasaran. Sampai sekarang sudah ada delapan kelompok yang terbentuk di Maduhukum. Sedangkan pakar yang telah bergabung sudah tujuh orang,” ujar Putri.

Kini, Maduhukum sudah bisa diakses dengan mudah oleh masyarakat melalui Google Play Store.

Putri pun berharap aplikasi ini bisa membantu permasalahan yang ada di masyarakat sekaligus memberikan literasi tentang hukum. “Jika masyarakat mengetahui hukum dengan baik, secara alami masyarakat akan menghindari hal-hal yang melanggar hukum. Saya berharap aplikasi ini akan terus berkembang dan digunakan oleh masyarakat luas,” kata dosen kelahiran Banjarmasin tersebut.

Sementara itu, Sekretaris Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Malang Raya Naili Ariyani SH menuturkan bahwa aplikasi ini sangat bermanfaat. Selain sebagai sarana edukasi, juga bisa membantu masyarakat untuk memecahkan permasalahan hukum.

“Dibandingkan aplikasi sejenis lainnya, aplikasi ini jauh lebih intim karena berbasis komunitas. Semoga kerja sama dengan kantor bantuan hukum dapat segera terlaksana agar hak konstitusi warga negara untuk mendapatkan bantuan hukum bisa berjalan dengan maksimal,” katanya. (Wildan/AS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here