Mudahnya Menulis Opini Dikupas Tuntas di Ngobar #1 Kontributor KLIKMU.CO

0
857
Dramatikal Opini: Agus Wahyudi Wartawan senior Radar Surabaya saat menyampaikan materi tentang menulis opini yang efektif pada acara Ngobar #1 Kontributor KLIKMU.CO di TMB Surabaya. (Foto: Tanti)

KLIKMU.CO – Tulisan opini itu sebenarnya adalah ide-ide dan pikiran-pikiran yang dituangkan dalam tulisan. Ikatan aturan- aturan dalam menulis opini sangat berbeda dengan menulis karya ilmiah.

Demikian disampaikan Agus Wahyudi wartawan senior Radar Surabaya dalam paparannya pada acara Ngopi Bareng#1 Kontributor KLIKMU.CO bertajuk ‘Digital Jihad in The Now Era; Mengembirakan Dakwah, Memviralkan Pencerahan’ di The Millenium Building (TMB) SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya, Jum’at (27/4).

Menurut Agus, menulis itu bisa dipelajari, namun ada dasar- dasar menulis yang harus diperhatikan agar tulisan terstruktur dengan baik. Menulis, sambungnya, juga merupakan dorongan hati. Menuliskan apa yang di dalam hati, menuangkan apa yang ada dalam pikiran. Hal inilah yang disebut mood.

“Untuk membuat tulisan opini yang baik, ada beberapa hal yang harus diperhatikan,” ujar pria asli Surabaya itu.

Ia menjelaskan, langkah pertama adalah menentukan tema. Dalam menulis, memilih tema adalah sangat penting. Apalagi, memilih tema terkait hal-hal yang sedang nge-tren zaman sekarang. Tulisan akan menarik pembaca.

Yang kedua adalah Referensi. “Referensi sangat diperlukan untuk mendukung tema,” tegas alumni UMSurabaya tahun 1994 ini. “Referensi bisa diperoleh dari buku majalah, ‘mbah google,’ dan lainnya,” imbuhnya.

Berikutnya, sambung Agus, bahasa yang ditulis mudah dipahami dan logis. “Dalam menulis dihindari kata-kata atau istilah-istilah yang tidak bisa dipahami,” ujarnya.

Teknik penulisan juga sangat penting dalam menulis. Jangan sampai menulis, lanjutnya, melompat-lompat.

“Terkadang pada saat kita menulis, tulisan kita melompat-lompat. Ada paragraf- paragraf yang tidak nyambung. Dalam menulis harus memperhatikan penggunaan kaidah bahasa Indonesia yang baik dan benar,” ungkapnya.

Tulisan mencerminkan kesatuan tema. Contoh, ketika menulis tentang oplosan nyambung dengan fakta, keadaan yang terjadi saat itu. “Ketika kita menulis dan bisa merasakan seperti berbicara dengan orang lain, maka tulisan kita akan bisa mengalir bagus,” imbuhnya.

Selanjutnya, hal yang juga diperhatikan adalah data dan fakta. Pilihlah data dan fakta yang paling utama, paling penting. “Tulislah fakta yang benar. Jangan menulis fakta bohong. Itu jangan sampai terjadi karena sangat fatal,” tandasnya.

Dalam menulis opini, penulisan kutipan juga harus diperhatikan. Sering terjadi ketika menulis kutipan tanpa menyertakan siapa yang mengungkapkan opini tadi.

Yang terakhir yang tidak kalah penting adalah efek dramatis. “Penulis opini yang baik harus mampu mengguggah pembaca untuk membaca tulisannya. Hal inilah yang disebut efek dramatis. Indikator keberhasilan dalam menerapkan efek dramatis akan terlihat ketika tulisan opini penulis banyak diminati pembaca,” pungkasnya. (Tanti Puspitorini)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here