Mudik Lebaran 2021 Tak Dilarang, tapi Syaratnya Diperketat

0
242
Menhub Budi Karya Sumadi usai rapat kerja dengan Komisi V DPR. (Foto istimewa)

KLIKMU.CO – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) tampaknya tidak bakal melarang mudik Lebaran tahun ini. Karena itu, mereka segera mengoordinasikan langkah antisipasi Mudik Lebaran Tahun 2021 dengan Satgas Covid-19. Hal ini perlu dilakukan untuk mencegah dan memutus persebaran Covid-19.

“Kemenhub tidak bisa melarang atau mengizinkan mudik. Karena harus dikoordinasikan dengan kementerian/lembaga terkait dan Satgas Covid-19 yang nanti memberikan arahan,” kata Menhub Budi Karya Sumadi saat rapat kerja dengan Komisi V DPR di Jakarta, Selasa (16/3/2021).

Menhub juga bakal menerapkan protokol kesehatan dan tracing secara ketat kepada masyarakat yang bepergian, teruma mudik ke kampung halaman.

Menurut Budi, ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam tren mudik Lebaran mendatang. Misalnya, pengaruh program vaksinasi yang membuat masyarakat merasa lebih aman untuk bepergian. Selain utu, fasilitas tes yang semakin murah dan cepat dengan kehadiran GeNose.

Menhub kini tengah berkonsultasi dengan pihak-pihak terkait untuk memperketat syarat perjalanan. Yaitu, dengan mempersingkat masa berlaku alat skrining (penyaringan) Covid 19 seperti GeNose, rapid test, atau PCR test. “Penerapan protokol kesehatan lainnya juga akan diperketat seperti memakai masker, menjaga jarak, melakukan disinfektasi prasarana/sarana, pemberlakuan pembatasan penumpang, dan pengaturan jadwal layanan,” paparnya.

Budi mengungkapkan, pihaknya telah bekerja sama dengan media nasional untuk melakukan survei nasional tentang potensi pemudik pada masa Lebaran. Hasilnya akan menjadi rekomendasi pelaksanaan angkutan Lebaran tahun ini.

Sementara itu, Jubir Satgas Covid-19 Wiku Adisasmito menyatakan bahwa memang belum ada keputusan resmi soal larangan mudik. Sejauh ini kebijakan mudik masih tahap pembahasan KL terkait.

“Namun, pada prinsipnya dilarang atau tidaknya mudik, saya mengharapkan sikap bijak masyarakat untuk mengambil keputusan terbaik, khususnya dalam melakukan perjalanan jauh yang berpotensi meningkatkan penularan,” katanya. (AS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here