Muhadjir Effendy Jadi Saksi Jalan Tengah Polemik Vaksin Nusantara

0
257
Menko PMK Muhadjir Effendy (dua dari kiri) jadi saksi penandatangan MoU Vaknus oleh Menkes, Kepala KSAD, dan kepala BPOM. (Rendy Febrianto/Kemenko PMK)

KLIKMU.CO – Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa, dan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny K. Lukito menandatangani nota kesepahaman/MoU terkait penelitian sel dendritik untuk penanganan Covid-19.

Nota kesepahaman tiga pihak itu berisi tentang “Penelitian Berbasis Pelayanan Menggunakan Sel Dendritik untuk Meningkatkan Imunitas Terhadap Virus SARS-CoV-2”. Penandatanganan di Markas Besar TNI AD Senin (19/4/2021) itu juga disaksikan disaksikan langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy.

Muhadjir menjelaskan, penandatanganan tripartit “kesepahaman antara tiga pihak” itu dimaksudkan sebagai jalan keluar atas pelaksanaan penelitian yang selama ini sudah berjalan dan diberi label dengan penelitian Vaksin Nusantara.

“Dalam perjalanannya (Vaksin Nusantara) terkendala oleh prosedur dan dipandang tidak memenuhi kaidah dan standar yang ditetapkan BPOM, khususnya pada tahap uji klinis I,” kata Muhadjir usai penandatanganan nota kesepahaman di Jakarta.

Pak Menko mengungkapkan, dengan adanya kesepahaman antara Menkes, KSAD, dan kepala BPOM itu, akan terjadi pemindahan program kegiatan penelitian. “Yang semula berada dalam platform penelitian vaksin dan berada di bawah pengawasan BPOM, sekarang dialihkan ke ‘Penelitian Berbasis Pelayanan’ yang pengawasannya berada di bawah Kemenkes,” ungkapnya.

Lebih jauh, Muhadjir Effendy menerangkan, dalam nota kesepahaman itu, RSPAD Gatot Subroto ditetapkan sebagai penyelenggara penelitian. “Di mana dalam penandatanganan tersebut dilakukan oleh KSAD sebagai pejabat yang membawahkan RSPAD Gatot Subroto, bersama-sama Menkes dan kepala BPOM,” beber mantan Mendikbud itu.

Eks rektor UMM itu menyatakan, penandatanganan nota kesepahaman itu merupakan wujud keseriusan pemerintah dalam mendukung upaya-upaya yang membantu mengatasi pandemi di Indonesia.

“Ini untuk menunjukkan bahwa pemerintah memberi perhatian serius terhadap semua penelitian yang bermaksud membuat terobosan dalam upaya mencari metode dan teknik baru dalam upaya mengakhiri pandemi Covid-19,” tandas Muhadjir. (Novrizaldi/AS)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here