Muhammadiyah Harus Merebut Tafsir Realitas, Simbol Kemajuan adalah Menguasai Dunia Maya

0
93
Temu Nasional Warganet Muhammadiyah dihadiri peserta dari seluruh Perwakilan PDM dan PWM se-Indonesia

KLIKMU.CO – Temu Nasional Warganet Muhammadiyah oleh Majelis Pustaka dan Informasi Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah berlangsung di Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Yogyakarta, Kamis-Jum’at (2-3/8).

Agenda dibuka oleh Dr. Agung Danarto, M.Ag. Sekretaris PP Muhammadiyah tersebut dihadiri 132 perwakilan dari Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) dan 21 Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) se- Indonesia.

Dihadapan warganet Danarto mengatakan, awalnya internet berkutat hanya pada dunia maya, namun seiring berkembang sekarang menjadi pilar utama mempengaruhi dunia nyata. Bahkan, imbuhnya tidak ada dunia nyata yang terbebas pengaruh dari dunia internet.

Misalnya, lanjut Danarto,Donal Trump Presiden Amerika yang awalnya tidak dipandang, namun Dia mampu ‘merekayasa’ dirinya menggunakan daring. Belum lagi, peralihan Ojek ke Ojek online. Juga mall-mall juga sudah mulai ditinggalkan karena banyak beralih ke daring.

Menurut Danarto, simbol kemajuan saat ini adalah pengusaan dunia maya.

“Saya kira Muhammadiyah memiliki trade mark berkemajuan, jika aspek ini tertinggal dari organisasi lain atau tidak mengoptimalkan maka term berkemajuan patut dipertanyakan,” katanya disambut riuh tepuk tangan.

Dia menjelaskan, warganet persyarikatan dikumpukkan dimaksudkan untuk memberikan pendidikan internet kepada Warga persyarikatan.

Ia tidak menampik, bahwa saat ini tidak sedikit masyarakat mencari pemahaman agama melalui internet. Tentu, kata Danarto hal tersebut mengkhawatirkan jangan-jangan Muhammadiyah sebagai gerakan dakwah akan ditinggalkan. Sebab, beralih ke daring.

“Contohnya mereka bisa menggunakan streaming. Ia bisa melihat kajian dari YouTube dan lain sebagainya,” tandasnya karena itu, dunia daring merupakan medan dakwah Muhammadiyah.

Danarto juga menyinggung, bahwa sekarang masyarakat memasuki _post truth_ dimana kebenaran objektif tidak lagi mempengaruhi opini publik. Tetapi, opini lebih dipengaruhi suka atau tidak suka _(like and dislike),_ padahal belum tentu pemabangunan opini berdasar atas realitas kebenaran.

“Mereka mampu merebut tafsir realitas itu maka dia lah yang dikesankan menguasai. Padahal realitasnya tidak begitu,” katanya kalau Muhammadiyah banyak menguasai itu, maka akan menguasai tafsir realitas tadi. Akan tetapi dengan cara objektif santun, bukan manipulasi.

Hal senada juga disampaikan Dr. Muchlas, MT. Ketua Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) PP Muhammadiyah, dakwah di dunia maya menjadi penting dilakukan persyarikatan ini.

“Bangsa ini sekitar 60 persen bangsa ini menggunakan internet,” imbuhnya.

Sementara Mahendra Satya Atmojo mewakili Pustekkom Kemendikbud RI mengatakan sudah saatnya Muhammadiyah mendokumentasikan semua kegiatan, kemudian di upload.

Menurut Mahendra, Muhammadiyah harus memproduksi kontain secara terus menerus. Juga mengkonsolidasikan warga Muhammadiyah dan perlu harmonisasi dari ranting sampai tataran atasnya.

“Kalau satu orang bicara kurang di dengar, tapi kalau ribuan dan dikondisikan akan di dengar. Konsolidasi Inilah kunci keberhasihan menguasai media,” katanya. (Kholiq)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here