Muhammadiyah Jatim Belum Tentukan Sikap DPD RI Kenapa?

0
746
Tidak Abu abu: Sikap Pimpinan Daerah Muhammadiyah Surabaya dalam mendorong kader terbaik dalam panggung politik.(Foto: Ferry)

KLIKMU.CO – Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur belum resmi secara organisasi merekomendasikan kader terbaiknya untuk maju sebagai calon anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI tahun 2019.

Sementara penyerahan dokumen syarat dukungan bertempat di Kantor Komisi Pemilihan Umum Provinsi Jawa Timur mendekati batas limited. Dalam edarannya tertera batas penyerahan syarat dukungan dibuka hari Minggu, (22/4) dan berakhir Rabu (25/4) mendatang.

Berdasarkan Keputusan KPU nomor: 71/PL.01.03-Kpt/03/KPU/II/2018 mencantumkan persyaratan jumlah dukungan sebanyak 5000 pemilih yang tersebar di minimal 19 Kabupaten/Kota atau 50% dari 38 Kabupaten/Kota di Jawa Timur.

Menghadapi pemilu 2019, Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik (LHKP) PWM mendorong kader persyarikatan untuk maju ke gelanggang politik.

“Siapa pun yang siap untuk maju menjadi calon anggota DPRD Kabupaten/Kota, DPRD Provinsi dan pusat maupun menjadi calon Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI akan kami rekomendasikan,” kata Suli Da’im Ketua LHKP PWM Jatim seperti dilansir pwmu.co.

Lebih lanjut, menurutnya meraih kekuasaan demi kemaslahatan umat. “Siapa lagi kalau bukan kita,” katanya.

Pandangan tidak kalah menarik datang dari M. Khoirul Abduh, M.Si. mantan Ketua Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah (PWPM) Jatim.

Menurut Abduh, dua kali gagal mengusung kadernya untuk meloloskan ke Senayan dengan massa Muhammadiyah Jatim yang sebegitu banyak hendaknya menjadi evaluasi total bagi persyarikatan ini.

“Saya pikir, tidak sekedar mendorong, kemudian tidak diikuti konsolidasi secara organisasi. Saya khawatir siapapun yang di rekomendasikan akan mengalami nasib sama dengan dua kontestan sebelumnya. Cukup kegagalan Alm. Muhammad Nidhom Hidyatullah dan Ir. Tamhid Masyhudi menjadi koreksi bersama” katanya dengan menginginkan PWM konsolidasi secara massif.

Dia menambahkan, jika benar persyarikatan komitmen hendaknya serius melakukan konsolidasi organisasi dengan baik.

“Saya pikir PWM Yogyakarta, PWM Jawa Tengah dan PWM Sulawesi Selatan sudah mengambil sikap,” ungkapnya. Artinya, struktural intruksional organisasi akan berjalan dengan bagus.

Kata Abduh, massa yang begitu banyak, kemudian belum bisa menghantarkan kadernya, juga menjadi alasan mindernya kader maju, meskipun dia (kader) memiliki modal popularitas mentereng di internal organisasi.

“Ini ranah politik, jelas beda. Bisa gampang-gampang susah. Juga susah-susah gampang,” tandasnya jika sungguh-sungguh ingin mengusung kadernya. Bukan mendorong, kemudian ditinggal _gletak_ bertarung sendirian yang begitu sengit. (dul)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here