Muhammadiyah Jatim: Tak Sekadar Bereuforia Politik, Jika Kalah Cost Psikologisnya Mahal

0
267
Dakwah Politik: Suasana rapat Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur ketika memutuskan 2 kader terbaiknya untuk maju di Pileg 2019. (Foto: Kholiq)

KLIKMU.CO – Politik bukan serta merta berorientasi pada kekuasaan. Tidak sekadar mengantarkan seseorang menjadi anggota dewan, bupati, walikota, dan sejenisnya. Melainkan, secara subtantif mampu menjaga di masing-masing peran juga bisa dimaknai sebagai politik itu sendiri.

Hal tersebut disampaikan Dr. K.H. Sa’ad Ibrahim, MA Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jatim, ketika menerima audiensi dari Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah (PWPM) Jatim, (20/4).

Dalam kesempatan itu, Mukayat Al-Amin, M.Sosio. Ketua PWPM bermaksud menanyakan kepada PWM Jatim tentang siapa yang akan diusung sebagai calon DPD RI yang menjadi perwakilan Muhammadiyah.

Namun, beberapa menit sebelumnya sudah ditentukan, bahwa kesempatan itu diberikan Drs. Nadjib Hamid, M.Si. sebagai calon DPD RI dan mengusung Prof. Zainuddin Maliki sebagai calon legislator DPR RI. Keduanya merupakan Wakil Ketua PWM Jatim saat ini.

“Saya melihat Muhammadiyah besar yang memiliki aset 150 Trilyun, patut disayangkan jika tidak mengusung kadernya maju di DPD. Ini kan sedikit agak lucu,” kata Nadjib Hamid. Ia juga mengaku lega pasca-ditetapkan, sehingga tidak canggung menjawab beragam pertanyaan.

Pada pertemuan kali itu, jajaran pimpinan harian hadir secara lengkap. Setelah sejam berlangsung pertemuan monumental itu, Prof. Zainuddin meninggalkan ruangan karena harus bertolak ke Jakarta.

Kyai Sa’ad menandaskan, ketika politik dipahami sebagai peran otoritatif di ruang the rulling class, baik legislatif, eksekutif, dan yudikatif, maka politik yang dianut Muhammadiyah adalah politik identitas.

Dia menjelaskan jika berpolitik tanpa basis ideologi kuat, maka yang terjadi adalah merusak nilai politik itu sendiri. Karenanya, jika ada bekal ideologis kuat, dimungkinkan tidak akan merusak Muhammadiyah.

“Saya kira Mas Hajriyanto Y. Thohari (Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, red.) menjadi prototipe dari kuatnya basis ideologi. Dengan begitu ia mampu membentengi diri di tengah godaan yang tidak ringan,” katanya

Kyai Sa’ad juga menyakini, Nadjib Hamid dan Zainuddin Maliki adalah dua tokoh yang basis ideologinya tidak diragukan. Dengan dasar itulah PWPM mendorong sepenuhnya untuk jihad politik tersebut.

“Sikap jujur, amanah, kemudian mampu memproyeksikan nilai ideologis untuk bangsa, sekaligus bisa mewarnai parlemen kelak, inilah yang menjadi alasan,” katanya.

Selain itu, lanjut Sa’ad dengan adanya perwakilan yang duduk di Senayan, ia dapat menampung aspirasi warga persyarikatan juga sekaligus mengembalikan peran tokoh Muhammadiyah dulu dalam orientasinya membangun bangsa dan menjadi teladan bangsa.

“Maka kami tak sekadar tampil hanya, melainkan merebut kemenangan. Sebab jika kalah, cost psikologis mahal,” pungkasnya. (Abdul Kholiq)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here