Muhammadiyah Miliki 23 Pimpinan Cabang Istimewa di Luar Negeri, Ini Fungsi Utamanya

0
1502
Brotherhood: Sonny Zulhuda saat menerima cindera mata dari Dr. K.H. Mahsun Jayadi, M.Ag. Ketua PDM Kota Surabaya. (Foto: Aris Widodo)

KLIKMU.CO – Keberadaan Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) di luar negeri memiliki peran penting bagi induk Persyarikatan Muhammadiyah yang ada di Indonesia. Hal itu disampaikan oleh Sonny Zulhuda Ketua PCIM Malaysia saat menjamu rombongan Rapat Pimpinan Daerah (Rapimda) dan Studi Banding Muhammadiyah Kota Surabaya di Signature International Hotel Kuala Lumpur, Malaysia, Ahad (11/3) tengah malam.

Menurut pria asli Palembang tersebut, setidaknya ada tiga fungsi utama keberadaan PCIM yang kini telah ada di 23 negara di berbagai belahan benua tersebut sebagaimana yang pernah disampaikan oleh Prof. Din Syamsudin Ketua Umum PP Muhammadiyah periode 2005-2015.

Pertama, menurut Sonny, PCIM yang kelahirannya dibidani sekelompok ekspatriat Indonesia di negeri asing tersebut berfungsi sebagai rumah bagi warga, simpatisan, dan siapapun yang bersinggungan dengan Persyarikatan.

“Kedua, PCIM sebagai mata dan telinga Muhammadiyah di luar negeri. Berbagai informasi yang ada di luar negeri akan kami salurkan kepada Muhammadiyah di Indonesia dengan memanfaatkan segala media,” ungkap Sonny yang bekerja sebagai pengajar di Fakultas Hukum Universiti Antar Bangsa Malaysia tersebut.

Sedangkan fungsi PCIM yang ketiga menurut Sonny adalah sebagai lidah, kaki, dan tangan Muhammadiyah di luar negeri di mana PCIM itu berada.

“Artinya, berbagai kebijakan Muhammadiyah dari pusat coba kita sampaikan di sini. Meski, tidak semua kebijakan tersebut dapat dengan mudah kami terapkan, namun kami berusaha mencari cara yang baik dan tepat,” imbuh pria yang sudah tinggal di Malaysia sejak 1995 itu.

Lebih lanjut, Sonny menuturkan tentang kondisi dakwah PCIM Malaysia selama ini. Menurutnya, kondisi kultur keagamaan masyarakat Malaysia yang notabene homogen tidak mudah menerima paham yang bersifat tajdid atau pembaruan.

“Mayoritas di Malaysia menggunakan Mazhab Syafiiyah, bahkan di Mahkamah. Namun, Muhammadiyah sangat diterima dengan metode mengenalkan tokoh Buya HAMKA yang sangat populer di Malaysia. Mereka sangat mengagumi beliau,” kisahnya.

Saat ini, PCIM Malaysia menjadi pimpinan cabang istimewa terbesar di luar negeri dengan memiliki 6 Pimpinan Ranting Istimewa Muhammadiyah (PRIM) dan 4 Pimpinan Ranting Istimewa Aisyiyah (PRIA), Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Taman Pendidikan Alquran (TPA), dan 1 unit rumah dakwah di Selangor.

“Belum lama ini, juga telah dideklarasikan Pimpinan Cabang Istimewa Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PCI IMM), Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC), dan Lembaga Amil Zakat, Infaq, dan Shadaqah Muhammadiyah (LAZISMU),” pungkasnya. (ICOOL)

Laporan Muhammad Syaikhul Islam Pemimpin Redaksi KLIKMU.CO dari Kuala Lumpur, Malaysia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here