Muhammadiyah Minta Aparat Tindak Tegas Pelaku Teror

0
212
Ketua BNSP Dr Abdul Mu'ti MEd. (CNN Indonesia)

KLIKMU.CO – Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyayangkan adanya teror oleh oknum tidak bertanggung jawab yang mengatasnamakan Pimpinan Daerah Muhammadiyah Klaten Yogyakarta.

Hal itu disampaikan Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Sabtu lalu (30/5/2020) menanggapi teror dan intimidasi terhadap panitia dan narasumber diskusi yang digelar oleh kelompok diskusi mahasiswa Constitutional Law Society (CLS) Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM). Pelaku teror yang mengatasnamakan Muhammadiyah Klaten telah melakukan pencatutan nama secara tidak bertanggung jawab.

”Teror terhadap diskusi mahasiswa yang diselenggarakan di UGM sungguh sangat bertentangan dengan visi dan karakter gerakan dan kepribadian Muhammadiyah,” kata Abdul Mu’ti dalam keterangan pers yang diterima KLIKMU.CO.

Muhammadiyah berharap aparat kepolisian dapat segera mengusut tuntas kasus teror ini. Mu’ti juga sangat mengecam kekerasan atas nama apa pun. Apalagi terhadap kegiatan diskusi di kampus yang merupakan bagian dari kebebasan mimbar akademik dan kajian ilmiah yang diperlukan sebagai upaya melakukan kritis menyikapi berbagai persoalan yang terjadi.

”Kami mengharapkan tidak ada lagi pihak-pihak yang mencoba membenturkan Muhammadiyah dengan kelompok-kelompok lain. Muhammadiyah tentu saja sangat dirugikan karena dicemarkan nama baiknya. Tetapi warga persyarikatan harus menyikapi persoalan ini secara arif, bijaksana, dan tetap tenang menyikapi berbagai macam isu yang memecah belah,” tandasnya.

Sebagaimana diberitakan, kabar teror terhadap penyelenggara diskusi berasal dari press release Dekan Fakultas Hukum Universitas Gajah Mada Prof Dr Sigit Riyanto.

Poster diskusi yang membuat penyelenggaranya diteror dengan mencatut nama Muhammadiyah Klaten.

”Tanggal 28 Mei 2020 malam teror dan ancaman berdatangan kepada nama-nama yang tercantum dalam poster kegiatan yaitu pembicara, moderator, dan narahubung,” katanya.

Bentuknya berupa  telepon, teks ancaman, pesan ojek online palsu, hingga mendatangi rumah pada Jumat (29/5/2020). Teks ancaman seperti berbunyi ”Halo pak. Bilangin tuh ke anaknya ******* Kena pasal atas tindakan makar. Kalo ngomong yg beneran dikit lahhh. Bisa didik anaknya ga pak!!! Saya dari ormas Muhammadiyah klaten. Jangan main main pakk. Bilangin ke anaknya. Suruh datang ke polres sleman. Kalo gak apa mau dijemput aja? Atau gimana? Saya akan bunuh keluarga bapak semuanya kalo gabisa bilangin anaknya.

Satu pesan lain mengatasnamakan Muhammadiyah Klaten berbunyi, “Bisa bilangin anaknya ga ya Bu? Atau didik anaknya Bu biar jadi orang yg bener. Kuliah tinggi tinggi sok-sokan ngurus negara bu. Kuliah mahal mahal Bu ilmu anaknya masih cetek. Bisa didik ga Bu? Saya dari ormas Muhammadiyah Klaten. Jangan macam macam. Saya akan cari *****. ***** kena pasal atas tindakan makar. Tolong serahin diri aja. Saya akan bunuh satu keluarga *****.”

Sementara itu, Ketua PDM Klaten Abdul Rodhi dalam keterangan tertulis yang diunggah di Twitter melalui akun resmi @muhammadiyah, Sabtu (30/5/2020), menegaskan bahwa Pimpinan Daerah Muhammadiyah Klaten tidak terkait dan tidak bertanggung jawab atas tindakan teror pelaksanaan aktivitas akademik yang dimaksud.

Menurut Abdul Rodhi, PDM Klaten mengecam pencatutan nama Ormas Muhammadiyah  Klaten dalam tindak teror terhadap pelaksanaan diskusi  berjudul “Meluruskan Persoalan Pemberhentian Presiden Ditinjau dari Sistem Ketatanegaraan. Pencatutan itu dapat merusak nama baik persyarikatan Muhammadiyah sehingga berpotensi mengadu domba dan memecah belah persatuan dan kesatuan masyarakat,” ungkapnya.

“PDM Klaten mendesak kepada pihak Kepolisian Republik Indonesia untuk mengusut tuntas tindak pidana pencatutan nama, fitnah, ancaman, teror, dan intimidasi terhadap penyelenggaraan diskusi tersebut,” kata Abdul Rodhi. (Achmad San)

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here