Muhammadiyah Mundur dari Program Organisasi Penggerak Kemendikbud, Ini Tiga Alasannya

0
309
Suasana kantor PP Muhammadiyah. (Wikipedia)

 

KLIKMU.CO – PP Muhammadiyah menyatakan mundur dari Program Organisasi Penggerak (POP) yang diluncurkan Kemendikbud pada 10 Maret lalu. Program Organisasi Penggerak merupakan bagian program Merdeka Belajar yang berfokus untuk mencapai hasil belajar siswa dalam peningkatan numerasi, literasi, dan karakter.

Ketua Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah PP Muhammadiyah Kasiyarno menilai, Program Organisasi Penggerak merupakan program serius dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan dan penguatan sumber daya manusia.

PP Muhammadiyah juga sudah mengajukan proposal Program Pengembangan Kompetensi Kepala Sekolah dan Guru Penggerak untuk mewujudkan perubahan pendidikan di Indonesia.

“Namun, dalam perjalanannya, PP Muhammadiyah memutuskan untuk mundur dari Program Organisasi Penggerak Kemendikbud. Setidaknya ada tiga pertimbangan utama yang mendasari keputusan itu,” katanya dikutip Kumparan, Selasa (21/7).

Pertama, Muhammadiyah memiliki 30.000 satuan pendidikan yang tersebar di seluruh Indonesia. Persyarikatan Muhammadiyah sudah banyak membantu pemerintah dalam menyelenggarakan pendidikan sejak sebelum Indonesia merdeka, sehingga tidak sepatutnya diperbandingkan dengan organisasi masyarakat yang sebagian besar baru muncul beberapa tahun terakhir dan terpilih dalam Program Organisasi Penggerak Kemdikbud RI sesuai surat Dirjen GTK tanggal 17 Juli Tahun 2020 Nomer 2314/B.B2/GT/2020.

“Kriteria pemilihan organisasi masyarakat yang ditetapkan lolos evaluasi proposal sangat tidak jelas, karena tidak membedakan antara lembaga CSR yang sepatutnya membantu dana pendidikan dengan organisasi masyarakat yang berhak mendapatkan bantuan dari pemerintah,” alasan kedua tentang mundurnya Muhammadiyah.

Meski begitu, bunyi poin ketiga, Muhammadiyah akan tetap berkomitmen membantu pemerintah dalam meningkatkan pendidikan dengan berbagai pelatihan, kompetensi kepala sekolah dan guru melalui program-program yang dilaksanakan Muhammadiyah sekalipun tanpa keikutsertaan kami dalam Program Organisasi Penggerak ini.

Demi memberikan keterangan yang lebih jernih, PP Muhammadiyah mengundang awak redaksi dan jurnalis media TV, cetak, maupun online untuk hadir dalam konferensi pers terkait pengunduran diri ini. Berikut redaksi undangannya.

UNDANGAN KONFERENSI PERS

Kepada Yth,
Redaksi dan Jurnalis Media TV, Cetak dan Online

Program Organisasi Penggerak merupakan program serius dalam peningkatan kualitas Pendidikan dan penguatan Sumber Daya Manusia terutama para aktor-aktor Pendidikan. Melihat permasalahan dan tantangan serta harapan masa depan pendidikan di Indonesia, sebagai salah satu garda terdepan bangsa melalui Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah Pimpinan Pusat Muhammadiyah terpanggil ikut bersama dalam mewujudkan perubahan pendidikan tersebut dengan melatih kepala sekolah dan guru penggerak mewujudkan perubahan pendidikan.

Setelah mengikuti proses dalam program organisasi penggerak Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kemdikbud RI, maka dengan ini menyatakan mundur dalam keikutsertaan program tersebut. Sehubungan dengan hal itu, kami bermaksud mengundang rekan-rekan media untuk meliput Konferensi Pers terkait Pernyataan Sikap Majelis Dikdasmen Muhammadiyah Tentang Program Organisasi Penggerak Kemdikbud, insyaAllah pada :

Hari/Tanggal : Rabu, 22 Juli 2020
Waktu : 13.00 s.d Selesai
Tempat : Ruang rapat Lt. 2 Kantor PP Muhammadiyah Jakarta, Jl. Menteng Raya No. 62 Jakarta Pusat

(achmad san)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here